BUAH HATI
Anto duduk di pinggir jalan, ya sambil baca koran. Toni selesai beli gorengan, ya langsung ke tempat Anto. Toni pun duduk di sebelah Anto dan berkata "Gorengan."
Anto berhenti baca koran dan koran di taruh di bangku. Anto mengambil gorengan beserta cabai di dalam plastik, ya segera di makan lah. Toni menikmati makan gorengan sambil melihat keadaan pasar Tradisional yang rame penjual dan pembeli. Anto juga menikmati makan gorengan sambil melihat keadaan di pasar.
"Pasar ini. Ceritanya keadaan sama di koran," kata Anto.
"Jadi pasar ini masuk koran. Terkenal dong," kata Toni.
"Begitulah," kata Anto.
"Kalau begitu kita pulang saja!" kata Toni.
"Ayo!" kata Anto.
Anto mengambil koran yang di taruh di meja dan beranjak dari duduknya bersama Toni. Keduanya berjalan sambil makan gorengan. Di jalan Toni melihat seorang cewek cantik yang sedang menggendong anak bayinya.
"Lucu juga," kata Toni.
Anto mendengar omongan Toni.
"Apa yang lucu Toni?" tanya Anto.
"Lihat baik-baik cewek cantik yang sedang menggendong anak bayi. Lucu bayinya," kata Toni.
Anto melihat dengan baik tuh cewek cantik yang di omongin Toni yang sedang menggendong bayi.
"Bayinya memang lucu," kata Anto.
Anto dan Toni berjalan terus sampai di daerah jalan besar. Keduanya naik mobil angkot yang arahnya menuju rumah. Di dalam mobil. Anto dan Toni mendengarkan lagu dangdut yang lagi tren yang di setel sama Pak sopir. Penumpang lain pun santai di dalam angkot sih mendengar musik dangdut yang bagus gitu. Sampai daerah dekat rumah. Ya Anto dan Toni menyuruh Pak sopir untuk minggir, ya untuk turunlah. Toni membayar ongkos naik angkot dengan pas pada Pak sopir. Anto dan Toni berjalan menuju rumah. Di jalan Toni melihat cewek cantik sedang menggendong bayi.
"Lucu," kata Toni.
"Bayi yang di lihatkan Toni?!" kata Anto.
"Iya," kata Toni.
Toni dan Anto terus berjalan sampai di rumah. Keduanya duduk di teras depan rumah. Gorengan yang masih ada di plastik di taruh di meja sama Toni. Anto menaruh koran di meja.
"Anto. Cerita yang menarik hari ini apa?" tanya Toni.
"Cerita di koran yang menarik. Cerita cinta. Ya berkaitan omongan Toni tadi di jalan," kata Anto.
"Cerita cinta yang berkaitan dengan omongan aku di jalan. Yang mana ya?" kata Toni.
"Bayi," kata Anto.
"Bayi," kata Toni.
Toni yang penasaran jadinya mengambil koran di meja dan membacanya dengan baik. Anto masuk ke dalam rumah, ya langsung ke dapur untuk membuat kopi dua gelas. Kopi pun jadi di buat dan di bawa Anto ke teras depan rumah. Anto menaruh kopi dengan baik di meja dan segera duduk. Toni selesai membaca koran dan koran di taruh di meja.
"Cerita cintanya menarik banget," kata Toni.
"Menarik kan," kata Anto.
Anto pun mengambil gelas kopi di meja dan segera meminumnya dengan baik.
"Perjalan hidup pasangan suami istri yang saling mencintai. Selama 8 tahun berusaha dapet momongan alias buah hati. Sampe-sampe Ibu mertua kesal dengan suami anaknya itu. Pada akhirnya. Istrinya hamil juga. Ya dapet momongan deh," kata Toni yang menceritakan cerita cinta di koran.
Anto menaruh gelas kopi di meja.
"Cerita itu memang usaha suami istrinya berhasil mendapatkan momongan. Tapi kenyataan hidup itu ada yang sampai kakek nenek tidak dapet momongan," kata Anto.
"Kalau dapet momongan itu. Berarti keduanya tokcer dong," kata Toni.
"Iyalah. Tokcer. Ada yang baru nikah setahun saja, ya sudah dapet momongan," kata Anto.
"Itu mah tokcer banget," kata Toni.
"Ya sudah kita lebih baik main catur saja!" kata Anto.
"Ayo!" kata Toni.
Toni mengambil gelas kopi di meja dan segera di minumnya dengan baik. Anto mengambil papan catur di bawa meja. Toni menaruh gelas kopi di meja. Toni dan Anto menyusun pion dengan baik di papan catur. Keduanya main catur dengan baik.


0 komentar:
Post a Comment