"Toni," kata Anto sambil duduk di sebelah Toni.
Toni menghentikan baca korannya.
"Anto," kata Toni.
"Asik baca koran. Ada cerita yang menarik?" kata Anto.
"Ada. Cerita misteri. Putri Duyung," kata Toni.
"Putri Duyung. Jangan-jangan cerita film atau sinetron?!" kata Anto.
"Bukan cerita film atau sinetron. Cerita di koran ini. Seorang pemuda bertemu dengan Putri Duyung di sebuah goa bawah air yang di temukan pemuda tersebut saat ia menyelam di sebuah pantai, ya di sebuah pulau kecil," kata Toni.
"Masa?" kata Anto.
"Kaya orang tidak percayaa saja. Baca sendiri koran ya!" kata Toni memberikan koran pada Anto
"Masalahkan. Putri Duyung itu cuma cerita mitos saja. Ya sudah aku baca korannya," kata Anto mengambil koran di tangan Toni.
Anto membaca koran dengan baik. Toni membuka minuman botolnya dan segera meminum minuman botol tersebut.
"Emmmm enak minuman ini rasa jeruk," kata Toni.
Toni terus menikmati minuman botolnya sambil menunggu Anto selesai baca koran. Dengan sabar Toni menunggu, pada akhirnya Anto selesai baca korannya.
"Cerita yang menarik. Putri Duyung memang di temukan di goa bawah air. Pemuda itu jatuh cinta pada Putri Duyung. Ya Putri Duyung menerima cintanya pemuda itu. Sayangnya pemuda itu mati muda karena kecelakaan motor. Putri Duyungnya bersedih hati di goa bawah air. Air matanya berubah menjadi mutiara," kata Anto.
"Kisah cinta yang menyedihkan. Kehilangan orang yang di cintai," kata Toni.
"Bener omongan Toni. Kisah yang menyedihkan sekali," kata Anto.
"Apa perlu aku membuktikan kebenaran cerita di koran ya?" kata Toni.
"Sebenarnya tidak perlu di buktikan sih. Putri Duyung, ya mitos," saran Anto.
"Rasa penasaran ku ini. Ya aku buktiin saja kebenaran cerita di koran tentang Putri Duyung. Siap tahu aku bertemu dengan Putri Duyung?" kata Toni.
"Sebenarnya aku khawatir banget. Kalau bertemu dengan Putri Duyung yang baik. Kalau bertemu Putri Duyung yang jahat, ya menunjukkan wujudnya yang menyeramkan dan juga bisa saja memangsa kita," kata Anto.
"Kebanyakkan cerita, ya Putri Duyung yang baik. Ayolah kita buktikan kebenaran cerita di koran!" kata Toni.
"Ok lah kita buktikan," kata Anto.
Anto dan Toni sepakat ingin membuktikan kebenaran cerita di koran tentang Putri Duyung. Kedua pun meninggalkan taman, ya pulang ke rumah masing-masing.
***
Esok harinya. Anto telah bersiap-siap di rumahnya untuk berangkat ke pantai. Toni sudah membawa persiapan untuk ke pantai, ya menjemput Anto di rumahnya dengan motornya. Sampai di rumah Anto.
"Assalamualaikum," kata salam Toni.
"Waalaikumsalam," jawab salamnya Anto.
"Ayo berangkat!" kata Toni.
"Tunggu sebentar. Jadi kita ke tempat tujuan dengan motor saja. Kenapa tidak pake mobil?" saran Anto.
"Ok lah pake mobil," kata Toni saran Anto.
Toni menaruh motornya di garasi. Anto masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Toni. Anto membawa mobil dengan baik, ya tujuan. Perjalan menuju pantai, ya cukup makan waktu. Anto dan Toni ngobrol apa saja yang penting menghidupkan suasana sambil mendengarkan musik.
***
Beberapa jam kemudian. Sampai di pantai. Toni menyewa alat selam sama Pak John, ya untuk menyelam sekalian sewa kapal. Nego harga terjadi sih. Kesepakan terjadi di keduanya antara Pak John dan Toni. Segera lah Pak John yang mengantarkan Toni dan Anto ke sebuah pulau. Perjalan memakan waktu yang cukup singkat, ya sampai di pulau yang katakan di koran.
"Bagus banget keadaan di sini," kata Toni.
"Memang bagus banget keadaan. Pasir putih di pulau itu dan juga laut yang tenang banget," kata Anto menegaskan omongan Toni, ya berdasarkan keadaan yang di lihat.
Anto dan Toni yang masih di atas kapal dan telah memakai alat selamnya.
"Ayo kita mulai menyelam," kata Toni.
"Ayo!" kata Anto.
Anto dan Toni turun dari kapal, menyelam lah. Pak John, ya tetap di atas kapal. Keduanya berenang sambil melihat terumbu karang yang bagus dan juga banyak ikan yang beraneka jenis. Toni memandu arah untuk menuju goa di bawah air, ya Anto mengikuti Toni. Sampai di sebuah goa bawah air segera ke duanya masuk goa tersebut sampai menuju ujungnya. Sampai di dalam goa. Toni dan Anto keluar dari air dan melepaskan alat selamnya. Keadaan goa tidak gelap melainkan terang banget. Sebuah kristal di langit-langit goa menjadi cahaya penerang seperti lampu.
"Goa ini bener-bener bagus," kata Toni.
"Iya bener omongan mu Toni. Goa ini bagus banget," kata Anto.
Keduanya terus mencari petunjuk tentang Putri Duyung di dalam goa bawah air. Tetap saja tidak menemukan petunjuk apa pun?.
"Kayanya Putri Duyungnya tidak ada," kata Toni.
"Kalau tidak Putri Duyung berarti ceritanya cuma mitos belaka," kata Anto.
"Tidak bertemu dengan Putri Duyung sih tidak ada masalah. Yang terpenting aku puas melihat keadaan goa bawah air ini yang bagus banget sesuai dengan cerita di koran," kata Toni.
"Apa karena tempat ini jadi objek wisata maka Putri Duyung jadi tidak ada?" kata Anto.
"Mungkin juga. Karena menghindari manusia yang mencari Putri Duyung seperti kita ini yang penasaran ingin melihat rupa Putri Duyung. Untuk menarik wisatawan di dalam negeri dan luar negeri untuk dateng ke tempat ini karena cerita tentang Putri Duyungnya," kata Toni.
"Misteri itu penuh tanda tanya jadi penasaran ingin membuktikannya," kata Anto.
Anto dan Toni terus menikmati keadaan keadaan goa bawah air itu yang bagus banget keadaannya. Sampai akhirnya keduanya memutuskan untuk kembali ke kapal.
***
Setelah menyelam cukup lama, ya Toni dan Anto sampai di kapal. Pak John segera membawa kapal dengan baik menuju pantai. Toni dan Anto menikmati keadaan yang bagus banget gitu di atas kapal. Sampai di pantai. Ya Toni dan Anto berterima kasih dengan Pak John dengan atas kapal dan juga alat selamnya.
"Jadi kita langsung pulang," kata Anto.
"Makan dulu. Di sini ada makan yang enak," kata Toni.
"Ok makan. Kebetulan aku laper!" kata Anto.
Anto dan Toni ke kedai makan. Sampai di kedai makan, ya kedua memesan makan yang enak. Pemilik kedai makan, ya menyajiin makan yang di pesan Toni dan Anto.
"Pemilik kedai makan ini....cantik banget orangnya," kata Anto.
"Iya," kata Toni.
"Aku merasa pemilik kedai makan ini....Putri Duyung," kata Anto.
"Katanya Putri Duyung itu mitos. Sekarang kok percaya begitu?!" kata Toni.
"Putri Duyung itu kan kalau punya kesaktian, ia bisa mengubah ekornya jadi kaki dengan tujuan berbaur dengan lingkungan," kata Anto.
"Bener juga omongan Anto. Kayanya pemilik kedai ini Putri Duyung. Berarti Putri Duyung itu telah berbaur dengan lingkungan. Maka itu sulit di temukan. Sama halnya cerita di sinetron dan film tentang Putri Duyung," kata Toni.
"Sudah tidak perlu membahasnya lebih jauh. Kalau kedengaran pemilik kedai, ya tidak enak gitu!" kata Anto.
"Iya. Lebih baik nikmati makan yang enak banget!" kata Toni.
Prediksi Anto itu sebenarnya benar bahwa pemilik kedai makan adalah Putri Duyung yang berbaur dengan lingkungan. Toni dan Anto terus menikmati makan yang enak itu sampai keyang. Setelah itu, ya di bayarlah apa yang di makan Toni dan Anto ke pemilik kedai makan. Toni dan Anto memutuskan pulang ke rumah, ya segera masuk mobil. Anto membawa mobil dengan baik. Di dalam perjalanan Anto dan Toni ngobrol banyak hal sambil mendengarkan musik.
***
Beberapa jam kemudian. Hari sudah larut malem. Anto dan Toni sampai di rumahnya Anto. Ya Anto segera istirahat di rumahnya. Sedangkan Toni, ya pulang ke rumahnya dengan membawa motornya dengan baik. Singkat waktu, ya sampai di rumah Toni di rumahnya.
"Hari ini hari yang melelahkan untuk membuktikan kebenaran cerita di koran tentang Putri Duyung. Ya Putri Duyungnya tidak bertemu. Aku tetap puas melihat keadaan pantai, pulau, terumbu karang, ikan yang berbagai jenis dan goa bawah air yang bagus banget," kata Toni.
Toni di rumah, ya istirahatlah sambil nonton Tv.

0 komentar:
Post a Comment