LUPAKAN CINTA
Heru membuat kopi di dapur. Kopi pun jadi di bawa ke teras depan rumah oleh Heru. Ya Heru duduk dengan baik dan minum kopinya.
"Enak kopi ini," kata Heru.
Heru pun menaruh gelas kopi di meja.
Heru pun mengambil dua buku di bawa meja.
"Baca buku pelajaran atau novel ya?" kata Heru.
Heru pun memutuskan pilihannya.
"Novel aja dari pada buku pelajaran emangnya aku anak sekolahan lagi. Aku sudah kerja," kata Heru.
Heru pun membaca novel dengan baik. Toing pun selesai mengerjakan kerjaannya di kamar, ya keluar dari kamarnya. Toing pun ke dapur untuk membuat mie goreng. Selang berapa saat mie goreng pun jadi. Toing menikmati makan mie goreng di ruang makan.
"Mie goreng ini banget, ya sesuai dengan iklannya," kata Toing.
Toing pun terus makan mie sampai tuh mie habis di makan. Toing pun mencuci piring dan gelas, ya habis makan. Piring dan gelas telah bersih, ya di taruh di rak.
"Aku....bujang rajin," kata Toing memuji dirinya sendiri.
Toing pun membuat kopi. Kopi pun jadi di bawa ke teras depan rumah, oleh Toing. Heru tetap santai baca buku novel. Toing pun duduk dan segera meminum kopinya.
"Enak kopi buatan ku," kata Toing.
Toing pun menaruh gelas kopi di meja. Toing pun melihat buku yang di baca Heru dengan seksama.
"Judul buku novel yang baca Heru.....'Lupakan Cinta'....," kata Toing.
Heru mendengarkan omongan Toing, ya berhenti baca bukunya.
"Memang iya aku baca buku novel 'Lupakan Cinta'...," kata Heru.
"Emangnya masalah Heru, tentang cinta sudah parah banget gitu. Jadi harus melupakan cinta?" kata Toing.
"Ya gak juga sih. Cuma sekedar baca buku saja kok," kata Heru.
"Sekedar baca buku saja. Jadi gimana dengan urusan cinta, ya...Putri?" kata Toing.
"Cewek bukan satu-satunya Putri...kan. Banyak cewek pengganti Putri dan pantas di pilih dengan baik sih," kata Heru.
"Jadi benar-benar melupakan cinta terhadap Putri," kata Toing.
"Bisa jadi sih," kata Heru.
"Ya sudahlah keputusannya melupakan cinta," kata Toing menegaskan omongan Heru.
Toing mengambil gelas kopi dan meninum kopi dengan baik.
"Enak kopi. Terlalu sering ngomong enak ini kopi. Lama-lama kaya iklan saja!" kata Toing.
"Kalau di pikir dengan baik, ya benar omongan Toing. Memuji kopi enak, berarti promosin kopi memang enak sih," kata Heru.
Toing menaruh gelas kopi di meja.
"Kadang sayang juga ya melupakan cinta selama ini di jaga dengan baik," kata Toing.
"Kalau tidak bisa mendapatkan cinta, ya harus di lupakan. Agar tidak menjadi beban. Mulai lembaran baru," kata Heru.
"Putri. Gadis yang baik. Banyak kumbang ingin bersama dengan Putri. Kumbang yang kalah dalam pertarungan untuk mendapatkan cinta. Pilihannya melupakan cinta. Beruntung kumbang yang menang mendapatkan cintanya Putri. Aku termasuk yang menyukai Putri, ya kumbang yang kalah. Jadi aku jadi teman baiknya Putri," kata Toing.
"Gimana hubungan mu dengan Mira, Toing?" kata Heru.
"Mira. Berjalan dengan lancar sih sebagai teman baik dulu. Penjanjian jadian belum di laksanakan sih. teman itu lebih baik. Ya banyak kebebasannya. Jadi tidak terlalu mikirin perasaan cewek gitu. Santai banget gitu," kata Toing.
"Teman tapi hubungan yang spesial. Ok pilihan yang baik," kata Heru.
"Ooo iya. Heru setelah melupakan Putri. Jadi akan memilih cewek seperti apa?" kata Toing.
"Memilih lagi cewek. Cewek seperti apa ya?" kata Heru yang berpikir panjang.
"Jangan-jangan.....Aurel temannya Putri," kata Toing.
"Bisa jadi sih. Tapi kalau di pikir dua kali, ya lebih baik cari cewek yang lainlah. Ya tidak ada kaitan dengan Putri," kata Heru.
"Lembaran baru yang paling bersih toh. Cinta yang paling baik," kata Toing.
"Sudahlah tidak perlu di bahas lagi. Aku memilih melupakan cinta, ya sesuai dengan buku novel yang aku baca "Lupakan Cinta'...," kata Heru.
"Iya deh!" kata Toing.
Toing pun mengambil koran di meja. Heru sudah asik baca buku novelnya dengan baik. Toing ingin membaca koran dengan serius gitu, tapi melihat seorang cewek berjalan dengan baik di depan rumah.
"Cewek itu.....Putri," kata Toing.
Heru mendengarkan omongan Toing, jadi berhenti baca buku.
"Putri...mana?" kata Heru.
"Itu di depan. Lihat dengan baik Heru!" kata Toing.
Heru melihat dengan baik, ya ternyata beneran Putri.
"Aku sebenarnya sudah bisa melupakan Putri,apa belum ya?" kata Heru yang bingung.
"Mana aku tahu?!" kata Toing.
"Proseslah. Melupakan cinta," kata Heru.
"Bisa jadi!" kata Toing.
Toing pun membaca korannya dengan baik. Heru, ya melanjutkan baca buku novelnya dengan baik juga.


0 komentar:
Post a Comment