CINTA TANDA TANYA

Posted By Cerpen universal on Tuesday, January 19, 2021 | January 19, 2021

CINTA TANDA TANYA

Anto sedang berada di pinggiran sungai, ya memancing. Toni ke rumah Anto, ya tujuannya main saja. Sampai di rumah Anto, ya ternyata Anto tidak ada di rumah. Ibunya Anto memberitahukan keberadaan Anto ke Toni, ya sedang mancing di pinggir sungai. Toni pun segera ke sungai. Di tengah jalan Toni melihat Agnes, ya sedang ngobrol asik dengan Linda. Toni jadinya mengabaikan saja, karena tidak ada kepentingan dengan Agnes. Toni dengan gerak cepat, ya berlari ke tempat Anto yang sedang mancing di pinggir sungai.

Toni telah sampai di aliran sungai. Toni mencari Anto, ya dengan melihat ke sana ke sini. Terlihat juga Anto yang asik memancing di pinggir sungai, ya segera di hampiri Toni. 

"Anto," kata Toni, ya duduk di sebelah Anto.

"Toni," kata Anto.

"Udah dapet ikan?" kata Toni.

"Ya lumayan sih dapet ikan. Tuh di ember hasilnya!" kata Anto.

Toni melihat hasil pancingan Anto di ember.

"Waaaw. Hasilnya lumayan," kata Toni.

"Sungai ini banyak ikannya," kata Anto.

"Oooo iya. Tadi sebelum sampai di sini aku bertemu dengan Agnes yang sedang ngobrol asik dengan Linda," kata Toni.

"Ooooo begitu toh!" kata Anto.

"Kok tanggapannya begitu saja," kata Toni.

"Mau di tanggapin seperti apa? Aku kan bukan siapa-siapanya Agnes!" kata Anto.

"Kita teman masa kecilnya," kata Toni.

"Teman masa kecilnya, Agnes. Dewasa lupa. Karena jalan masing-masing. Sedang aku punya rasa dengan Agnes. Apakah Agnes punya rasa dengan aku? Tanda tanya besar semuanya!" kata Anto.

"Jangan-jangan gara-gara Anto pernah berubah, ya jadi anak rocker. Terpengaruh saat SMA gitu. Jadi Agnes, ya tidak suka Anto," kata Toni.

"Iya juga ya. Aku penah pentas di sekolah bersama teman-teman, ya Toni termasuk dalam band. Saat itu Agnes melihat kita pentas, ya dandanannya kaya anak rocker beneran sih. Mungkin Agnes kecewa dengan kita yang berubah," kata Anto.

"Kiamat Sudah Dekat," kata Toni.

"Film Kiamat Sudah Dekat. Banyak pelajaran di film tersebut, ya urusan cinta dan gejala perubahan anak muda yang menyukai musik rock," kata Anto.

Umpan di pancingan di makan ikan, ya segera di tarik pancingan. Anto dapet ikan, ya seneng banget begitu juga Toni. Ikan di taruh di ember. Anto memancing kembali.

"Urusan dengan Agnes sih. Itu mudah. Paling menghadap orang tuanya. Ya, tes baca Al Qur'an dan hadits ini dan itu. Tujuannya jadi pemimpin yang baik untuk Agnes. Kan Agnes di bimbing dengan baik jadi cewek sholehah sama orang tuanya," kata Anto.

"Iya juga. Kalau orang tidak punya pemahaman agama, ya susah dapetin Agnes. Kita kan punya pemahaman agama, ya  mudah sih mendapatkan cewek sholehah," kata Toni.

Langit mulai mendung, ya tanda-tanda mau hujan.

"Anto udahan mancingnya. Hari mau hujan!" kata Toni.

"Iya aku berhenti. Kalau hujankan. Air sungai meluap seperti biasanya," kata Anto.

"Di koran banyak memberitakan tentang bencana banjir kan," kata Toni.

"Memang iya sih. Berita di koran, ya masih heboh dengan banjir," kata Anto menegaskan omongan Toni.

Anto dan Toni, ya segera meninggalkan tempat tersebut. Hujan pun turun dengan sangat deras sekali. Toni dan Anto berlari dengan sangat kencang. Ya keduanya sampai juga di rumah Anto, walau dengan keadaannya basah kuyup. Toni dan Anto, ya berganti pakaianlah. Keduanya teringat masa SD di mana, ya sering main hujan-hujan. Hasil dari mancing di sungai, ya di olah sama Ibu Anto. Toni dan Anto, ya santai di teras depan rumah sambil minum kopi dan melihat keadaan yang masih hujan.

"Lebih baik main catur aja!" kata Anto.

"Oke catur," kata Toni.

Toni dan Anto, ya menyusun pion di papan catur dan segera di mainkan.

"Catur, kayanya pernah di angkat film kan Anto?!" kata Toni.

"Ada film yang mengangkat tentang permainan catur," kata Anto.

"Permainan catur China dan catur Jepang kan di angkat juga di film?!" kata Toni.

"Memang iya," kata Anto.

Anto dan Toni, ya serius seperti biasanya main caturnya.
Blog, Updated at: January 19, 2021

0 komentar:

Post a Comment