CINTA TAK HARUS DI MILIKI
"Pasti itu cowok yang di pilih Putri," kata hati Heru.
Heru mulai jengkel dengan keadaan, jadi meninggalkan tempat tersebut. Putri memang melihat Heru di balik pager besi.
"Mas Heru," kata hati Putri.
Putri tetap asik ngobrol dengan Hari. Heru, ya terus berjalan dengan santai menuju rumah. Ketika belok masuk gang, ya ada anjing. Heru terdiam dan berkata "Anjing siapa ini di biarkan berkeliaran bebas ini? Bukan aku takut anjing. Tapi yang paling ku takutin itu di gigit anjing, ya bisa rabies ini mah."
Heru pun lebih baik tidak lewat gang tersebut, jadi lewat jalan lain walau jarak menuju rumah jadi lebih jauh.
"Seharusnya aku tadi bawa motor saja," kata Heru.
Heru tetap santai berjalan menuju rumah. Ketika melewati warungnya Minah, ya seharusnya Heru mengabaikan saja. Heru malah belanja di warung Minah, ya sekedar mie goreng, telor, roti dan juga gorengan. Setelah barang yang di beli ada di dalam plastik semuanya, ya Heru berjalan menuju rumah. Minah, ya barang jualannya banyak laku dan berkata Minah "Laris manis."
Heru sampai di rumah. Toing sedang di teras depan rumah, ya baca koran sambil minum kopi.
"Assalamualaikum," kata salam Heru.
"Waalaikumsalam," jawab salam Toing, ya sambil menghentikan baca korannya.
Heru pun duduk dan belanjaan di taruh di meja.
"Cinta tak harus di miliki," kata Heru.
Toing, ya mengambil gorengan di dalam plastik dan di makannya. Memang sih Toing mendengar omongan Heru "Cinta tak harus di miliki", maka itu Toing menanggapinya dengan berkata "Heru ada masalah sampai berkata 'Cinta tak harus di miliki', kata-kata orang putus harapan dengan cinta?"
"Ada sih," kata Heru.
"Oooo ada masalah," kata Toing, ya sambil makan gorengan.
Heru pun mengambil gelas kopinya Toing dan meminum kopinya.
"Enak kopi ini," kata Heru.
Heru menaruh gelas kopi di meja.
"Aku yang salah. Telat menyatakan perasaan ku yang sebenarnya. Keduluan orang!" kata Heru.
"Sebenarnya yang di omongin ini siapa ya?" kata Toing.
"Putri," kata Heru.
"Putri. Setahu aku masih jomlo. Ya memang sih aku tahu ada cowok yang mendekati Putri. Temannya Putri. Namanya kalau tidak salah, ya Hari," kata Toing.
"Hari toh. Rival ku. Gimana ya?" kata Heru yang bingung.
"Heru....rival dengan aku saja untuk mendapatkan cinta Putri. Heru bisa ikhlas melepaskan Putri. Tapi kenapa jika rival dengan Hari, rasanya tidak bisa ikhlas?" kata Toing.
"Aku rasanya mulai takut kehilangan Putri," kata Heru.
Toing mengambil gelas kopinya dan meminumnya.
"Enak kopi ini," kata Toing.
Toing pun menaruh gelas kopi di meja.
"Takut kehilangan Putri. Berarti rival yang sekarang cukup kuat mendapatkan Putri. Heru benar-benar putus asa sampai merasa benar-benar kehilangan Putri. Cinta yang terpendam selama ini membuktikan bahwa yang paling menyukai Putri adalah Heru," kata Toing.
"Bener aku gelisah," kata Heru.
Heru pun menarik nafasnya untuk rileks dan berkata "Aku ikhlas melepaskan Putri."
"Heru kembali pada sifatnya aslinya. Kuat menghadapi ujian cintanya," kata Toing.
"Ya sudahlah. Lebih baik aku masak mie goreng. Laper!" kata Heru.
"Iya," kata Toing.
Heru membawa barang belanjaannya ke dapur. Toing, ya melanjutkan baca korannya.
"Berita tentang artis banyak yang kontraversi ini dan itu," celoteh Toing.
Toing serius baca korannya. Heru menaruh belanjaannya di lemari makan dan telur di taruh di kulkas. Heru mulai membuat mie goreng, ya pake telurlah. Selang berapa saat mie goreng pun jadi. Heru pun menyantap mie goreng di ruang makan.
"Enak mie goreng ini, ya sesuai dengan iklannya," kata Heru.
Heru terus menyantap mie goreng sampai habis, ya kenyang jadinya. Heru mencuci piring dan gelas yang sudah di gunakan. Piring dan gelas, yang bersih di taruh di rak. Heru membuat kopi. Kopi pun jadi di bawa ke ruang tamu. Heru pun duduk santai sambil menikmati minum kopinya.
"Enak kopi ini," kata Heru.
Heru pun menaruh gelas kopi di meja. Heru menghidupkan Tv dengan remot dan memilih chenel Tv yang acaranya bagus gitu.
"Film saja!" kata Heru.
Heru dengan santai nonton film yang bagus gitu dan menaruh remot di meja.Toing masih asik baca koran di teras depan rumah.


0 komentar:
Post a Comment