"Jadi Kucing ingin makan toh!" kata Toing.
Toing pun ke dapur mengambil ikan asin yang dan juga nasi, ya di campur aduk dengan baik di piring kaleng. Kucing pun di panggil Toing "Pusssss". Kucing yang di panggil Toing, ya segera ke dapur. Toing pun memberikan makan di piring kaleng ke Kucing. Dengan segera Kucing memakan dengan lahap makan di piring kareng.
"Kucing pintar," kata Toing.
Toing pun membuat kopi. Ya kopi di jadi di bawa ke ruang tamu. Toing duduk di ruang tamu, ya menikmati kopi buatannya.
"Enak kopi ini," kata Toing.
Gelas kopi di taruh di meja. Heru berjalan menuju rumah setelah membeli gorengan di warung Minah. Heru bertemu dengan Putri selintas saja. Putri di bonceng seorang cowok yang membawa motor ke arah rumah Putri.
"Putri dengan siapa ya?" kata Heru yang berpikir.
Heru pun mengabaikan semua dan berjalan menuju rumahnya.
"Kalau jodoh tidak kemana-kemana," kata Heru.
Heru terus berjalan. Sampai di rumah. Heru masuk rumah dan mengucap salam "Assalamualaikum."
Toing menjawab salam Heru "Waalaikumsalam."
"Gorengannya Toing!" kata Heru, ya sambil mengambil gorengan di plastik di taruh di meja dan segera di makannya.
"Iya," kata Toing, ya mengambil gorengan di plastik dan segera di makannya.
Toing dan Heru menikmatin makan gorengan yang enak itu.
"Aku bertemu Putri," kata Heru.
"Jadi Heru bertemu dengan Putri. Ngobrol dengan Putri!" kata Toing.
"Tidak ngobrol. Cuma lewat saja di depan mata ku. Putrinya di bonceng di motor, ya sama cowok sih," kata Heru.
"Ada rasa yang aneh enggak di hati?" kata Toing.
"Ada sih," kata Heru yang jujur.
"Cinta itu mah," kata Toing.
"Memang. Tapi sudahlah. Jodoh tidak kemana-mana," kata Heru.
"Memang jodoh tidak kemana-mana. Tetap saja di situ aja. Kalau kenyataanya terjadinya...ya Putri itu bukan jadi jodoh Heru, gimana?" kata Toing.
"Gimana ya? Ku tunggu jandanya kali," kata Heru yang becanda.
"Janda yang di tunggu, aneh!" kata Toing.
"Becanda Toing. Ya sebenarnya kalau di usahakan masih bisa di dapatkan. Cewek kan butuh kepastian dari cinta dan juga ekonomi yang pasti juga untuk melanggengkan urusan rumah tangga," kata Heru.
"Ooooo begitu. Mampu memberikan kepastian cinta pada Putri. Pemikiran yang mateng," kata Toing.
Kucing pun masuk rumah dan mengeong sama Toing dan Heru.
"Kucing satu lagi belum di kasih makan," kata Toing.
"Kucing kesayangan Toing pulang minta makan," kata Heru.
Toing pun memotong bakwan goreng dan di taruh di lantai. Kucing segera memakan bakwan goreng tersebut.
"Kucing pinter," kata Toing.
"Kucingnya pinter. Di kasih bakwan goreng di makan," kata Heru.
Heru pun ke dapur untuk membuat kopi. Kopi pun jadi di bawa ke ruang tamu.
"Kopi yang enak," kata Heru.
Gelas kopi di taruh di meja, oleh Heru dan mengambil remot di meja untuk menghidupkan Tv.
"Nonton kartun aja Heru!" kata Toing.
"Kartun, kaya anak kecil aja," kata Heru.
"Ya berita saja!" kata Toing.
"Kalau itu bener. Dewasa Toing!" kata Heru.
Heru memilih chenel Tv yang acaranya berita. Ya acara Tv menayangkan tentang Kucing yang lucu.
"Loe beritanya ada tentang Kucing juga. Lucu gitu!" kata Toing.
"Nama juga berita. Kalau seputar hewan dan ada kelucuan atau keunikan. Jadinya di beritakan gitu," kata Heru.
"Ya ya ya. Nama juga berita. Di rumah Kucing kampung, ya aku pelihara dengan baik," kata Toing.
"Itu mah kebiasaan Toing dari kecil yang suka dengan Kucing. Jadinya Kucing kampung pun di rawat dengan baik," kata Heru.
"Memang ia sih suka dari kecil," kata Toing menegaskan.
"Kenapa aku masih kepikiran Putri, ya?" kata Heru.
"Kalau cinta ya biasa sih kepikiran terus," kata Toing.
"Ya lah aku cinta. Jujur pada diri lebih baik," kata Heru yang menegaskan omongannya.
"Jangan di bahas lagi. Fokus nonton Tv aja!" kata Toing.
"Ok!" kata Heru.
Toing dan Heru pun fokus nonton Tv. Kucing setelah makan, ya keluar dari rumah dan berleha-leha di teras rumah.

0 komentar:
Post a Comment