PERUMAHAN
"Ada sisa, tiga lagi," kata Asep.
Asep membawa masuk sisa jualan beserta tempatnya.
"Hari yang melelahkan jualan demi hidup," kata Asep.
Asep berbenah dirinya dengan baik. Setelah itu. Asep duduk di depan rumah sambil minum kopi.
"Hidup ku sebatas ini. Aku ingin ada perubahan yang luar biasa, kaya," kata Asep.
Asep menikmati minum kopi dan menikmati keadaan lingkungan yang tenang di kawasan orang miskin. Dodo lewat depan rumah Asep.
"Dodo mampir dulu!" kata Asep.
"Iya," kata Dodo.
Dodo pun mampir ke rumah Asep. Dodo duduk di sebelah Asep.
"Minum apa, aku buatin?!" kata Asep.
"Repot amat sih," kata Dodo.
"Jadi....cuma air putih aja ya!" kata Asep.
"Ya cuma air putih. Sama deh dengan Asep minum," kata Dodo.
"Ok tidak ada masalah. Tunggu sebentar aku buatin," kata Asep.
Asep masuk ke dalam rumah untuk buat kopi. Dodo duduk santai sambil melihat keadaan lingkungan yang tenang. Kopi jadi di buat Asep, ya di bawa ke depan.
"Dodo...kopinya silahkan di minum!" kata Asep.
"Iya," kata Dodo.
Dodo pun meminum kopi.
"Enak kopi ini," kata Dodo.
"Kopinya memang enak," kata Asep.
"Hidup ini cuma gini-gini aja ya," kata Dodo.
"Iya, cuma gini-gini aja. Susah untuk berubah jadi kaya, cukup menikmati yang ada saja," kata Asep.
"Hidup....jadi orang miskin. Terus berusaha sebaik mungkin untuk tetap bertahan dari keadaan," kata Dodo
"Iya. Tinggal pun di gubuk derita," kata Asep.
Keduanya pun minum kopi.
"Hidup enak ya, kalau hidup jadi orang kaya. Hidup di perumahan yang elit yang di jaga sapam," kata Asep.
"Memangnya...Asep jualan sampai ke perumahan elit?!" kata Dodo
"Iya. Ada yang beli daganganku," kata Asep.
"Syukur banget jualan di beli orang kaya," kata Dodo.
"Iya," kata Asep.
"Orang kaya itu....entah gimana bisa cepat kata dan bisa tinggal di perumahan elit?!" kata Dodo.
"Kerja keras dan banyak usaha sana sini, agar jadi kaya," kata Asep.
"Kalau itu sih aku tahu. Kerja keras dan usaha sana sini. Tetap saja aku tidak kaya-kaya. Miskin. Untung aja di dalam kesulitan yang pelik, ya bantuan pemerintahan dapet. Tertolonglah. Keluar dari kesulitan," kata Dodo.
"Ya nasifnya memang belum bisa jadi kaya. Tetap jadi miskin. Ya terus berusaha," kata Asep.
"Kadang kepingin juga sih hidup jadi kaya. Tinggal di daerah perumahan elit yang ada kolam renangnya, ya pribadi gitu," kata Dodo.
"Aku juga pingin seperti itu. Ya tetap saja...garis kehidupan, ya miskin," kata Asep.
"Iya, miskin," kata Dodo.
Dodo minum kopinya, ya begitu juga Asep. Kopi pun habis di minum Dodo, begitu juga Asep.
"Asep, aku pamit pulang ya! Terima kasih atas kopinya yang enak," kata Dodo.
"Iya sama-sama. Aku terima kasih, Dodo mau mampir sekedar ngobrol," kata Asep.
Dodo pun meninggalkan rumahnya Asep, ya menuju rumahnya.
"Aku harus berjuang demi hidup," kata Dodo yang optimis untuk maju di jalan yang lurus.
Asep pun membereskan gelas kopi, ya di bawa masuk ke dalam rumah untuk di cuci di belakang. Setelah itu. Asep duduk sambil nonton Tv.
"Hidup sendirian, jauh dari orang tua. Merantau demi mengubah nasif. Tetap belum berubah," kata Asep.
Asep asik nonton Tv, yang menayangkan tentang perumahan yang elit dengan segala macam perabotan rumah yang mewah.
"Enak jadi orang kaya," kata Asep.
Acara Tv pun memberitahukannya pemilik rumah yang mewah tersebut, ya cewek cantik yang masih singgel, pekerjaannya pengusaha.
"Enaknya dapet cewek cantik, bisa menemani hidup ini. Tidak sendirian menjalani hidup. Memang nasif orang miskin. Cinta pun kandas di tengah jalan karena ceweknya milih cowok yang kaya, walau sudah berumur....duda lagi," kata Asep.
Asep pun terus menonton Tv dengan asik saja, ya menikmati keadaannya sendirian. Pintu di ketuk dan juga ada kata salam "Assalamualaikum."
Asep pun menjawab salam "Waalaikumsalam, sebentar", Ya Asep pun membuka pintu rumah. Ternyata Pak RT yang mengantarkan beras untuk orang miskin, ya bantuan dari pemerintahan. Asep pun berterima kasih sama Pak RT yang mengirimkan beras bantuan dari pemerintahan. Pak RT pun meninggalkan rumah Asep. Ya Asep pun menutup pintu rumah sambil berkata "Alhamdulillah dapet rezeki bantuan dari pemerintahan," kata Asep.
Asep pun beras di meja dan kembali duduk nonton Tv.
"Pemimpin zaman sekarang banyak yang baik-baik. Bantuan untuk nolong orang miskin, ya sampai pada orang miskin. Semoga tuh Pemimpin di panjangkan umurnya dan di mudahkan segala urusannya, ya rezekinya tambah lancar. Amin," kata Asep.
Asep terus santai nonton Tv dengan keadaan dirinya, ya sendirian di rumah.

0 komentar:
Post a Comment