PAK RT

Posted By Cerpen universal on Saturday, October 31, 2020 | October 31, 2020

PAK RT

Heru sepulang dari kerja, ya lewat rumahnya Pak RT. Sedangkan Pak RT manen tanaman mantan di depan rumahnya, ya sekedar hoby. Hasil nanam mantang lumayan banget. Heru lewat rumah Pak RT, ya di panggil Pak RT dan di berikan seplastik mantang. Heru berterima kasih atas pemberian Pak RT, yang berupa mantang. Heru segera meninggalkan rumah Pak RT, ya berjalan menuju rumahnya. Pak RT masuk rumahnya dan segera mengolah mantang jadi makanan, ya di bantu Ibu RT dan Helen.

Heru sampai di rumah. Segera berbenah diri dulu, setelah itu baru mengolah mantang jadi makan. Heru memotong mantang. Kompor gas di hidupkan, wajan di taruh di atas api yang menyala dan minyah pun di tuangkan di wajan. Minyak sudah panas. Heru memasukkan mantang yang di potong tadi. Heru menggoreng mantang dengan baik sampai tuh mantang mateng. Singkat waktu. Mantang yang di goreng, ya mateng semuanya. Heru pun membuat kopi. Satu piring mantang goreng dan gelas kopi di bawa Heru ke ruang tamu.

Di ruang tamu, ya Heru menikmati makan mantang goreng dengan minum kopi. Toing pun sampai di rumah segera mengucap salam masuk rumah "Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," kata Heru.

Toing duduk di samping Heru.

"Mantang goreng Heru. Dari mana Heru?" kata Toing.

"Dari pemberian Pak RT yang panen mantang yang di tanam di halaman depan rumah," kata Heru sambil makan mantang goreng.

Toing mengambil Mantang goreng, ya segera di makannya. 

"Ini mantang goreng enak, dari Pak RT yang rajin nanam mantang di halaman depan rumahnya," kata Toing.

"Pak RT itu memang rajin orangnya dan juga baik dengan warga lama dan juga warga baru yang tinggal di daerah sini karena dapet kerjaannya di daerah sini," kata Heru.

"Enak punya Pak RT yang pinter," kata Toing.

"Anak Pak RT, sekarang sudah dewasa ya," kata Heru.

"Helen. Memang sih....Helen tumbuh jadi gadis yang cantik," kata Toing.

Toing mengambil mantang goreng di piring dan segera di makannya. Heru, ya minum kopinya.

"Helen itu masih kuliah. Kayanya baik untuk jadi target calon istri," kata Toing.

Heru menaruh gelas kopi di meja.

"Cowok itu banyak pilih cewek itu tidak ada masalah kan," kata Heru.

"Memang tidak ada masalah sih, cowok banyak cewek yang di pilih. Yang di jadikan istri kan satu," kata Toing.

Toing mengambil gelas kopinya Heru yang di meja dan segera di minumnya. Heru mengambil mantang goreng di piring, ya segera di makannya.

"Tapi banyak rumor yang mengatakan. Helen itu ada teman cowoknya, ya teman kuliahnya Helen. Kayanya sih," kata Heru.

Toing menaruh gelas kopi di meja. 

"Temen bisa jadi jodoh. Peluang jadi kecil itu mah. Ya cari cewek lain aja!" kata Toing.

"Iya juga cari cewek lain aja. Dari pada kecewa," kata Heru.

"Ku puja puja, eeee surat undangan dateng. Ya kecewa dan akhirnya kesepian deh," kata Toing.

"Itu lagu bagus sesuai suasana yang kecewa dengan hubungan," kata Heru.

"Ya sudah ngobrolnya. Aku berbenah diri dulu!" kata Toing.

"Iya," kata Heru.

Heru pun mengambil gelas kopinya di meja dan segera di minumnya. Toing, ya ke belakang berbenah diri. Heru menaruh gelas kopi di meja. Heru pun beranjak dari tempat duduknya, ya mengambil remot yang ada di samping Tv dan segera di hidupkan Tv pake remot.

TV pun hidup. Heru memilih chenel Tv yang acaranya menarik. Heru pun duduk, ya remot di taruh di meja. Heru nonton acara Tv yang bagus banget. Toing pun selesai berbenah diri, ya ke ruang tamu dan duduk bersama Heru untuk nonton Tv yang acaranya bagus. 
Blog, Updated at: October 31, 2020

0 komentar:

Post a Comment