BUKAN CINTA SESAAT
Heru sedang asik baca koran di teras depan rumah sambil minum kopi dan makan tahu goreng yang di beli di warung ya Minah. Toing selesai main sepedah, ya keliling lingkungan untuk tetap bugar tubuh alias sehat. Toing pun duduk di samping Heru, ya minum air putih dari botol air minum.
"Segernya," kata Toing.
Toing pun menaruh botol minuman di meja. Toing mengambil tahu goreng di piring dan segera di makannya.
"Emmm enak tahu goreng ini," kata Toing.
Heru menghentikan baca korannya, ya koran di taruh meja. Toing melihat foto cewek cantik di koran tersebut.
"Ini cewek...kayanya aku kenal siapa namanya?" kata Toing yang berpikir untuk mengingatnya.
"Toing, baca namanya saja. Namanya Maria Vania, pekerjaannya artis," kata Heru.
"Ooooo iya. Maria Vania yang sama Tukul Arwana, ya mitra kerja di acara Talkshow," kata Toing.
"Iya bener sekali untuk Toing," kata Heru.
Heru pun minum kopinya.
"Cewek cantik, jadi artis itu banyak ya?!" kata Toing.
"Banyak banget. Ya contohnya Girlband...Korea, ya pada cantik dan paling sip sih.....sexy," kata Heru.
"Paling populer siapa ya?!" kata Toing.
"BlackPink...paling populer, kata di berita sih," kata Heru.
"Kalau Girlband....Indonesia yang masih exsis siapa?!" kata Toing.
"JKT48.....cantik dan kiyut....kiyut gitu," kata Heru.
"Ooooo begitu. Seandainya boleh enggak Heru, ya seandainya saja," kata Toing.
"Bolehlah. Cuma khayalan, ya obrolan dua cowok aja," kata Heru.
Heru minum kopinya.
"Maria Vania itu cantik, ya di jadikan kekasih gitu. Apa pendapat mu Heru?!" kata Toing.
"Seandainya. Pilihannya luar biasa dewasa banget," kata Heru.
"Umurnya itu jadi patokan ya Heru?!" kata Toing.
"Memang jadi patokan sih. Kalau suka sama cewek, ya minimal sama dengan umur kita atau di bawah kita tuh umur cewek. Tapi kenyataan....ada tuh. Ceweknya di atas umur cowoknya, ya menikah hidup bahagia, nama lainnya, ya dapet brondong gitu," kata Heru.
"Kalau kaya itu mudah mendapat cewek ya Heru?!" kata Toing.
"Iya. Karena zaman sekarang ini bukan karena cinta saja, tapi harta untuk menjalankan kehidupan," kata Heru.
Toing mengambil tahu goreng di piring dan memakannya, ya begitu juga Heru.
"Kalau beneran mendapatkan Maria Vania," kata Toing.
"Wah....itu mah bukan cinta seandainya lagi, atau bisa di bilang bukan cinta sesaat doang, tapi beneran cinta sesungguhnya," kata Heru.
"Respon yang berlebihan banget, Heru," kata Toing.
"Ya...kan, masih obrolan seandainya saja. Bolehkan responnya berlebihan," kata Heru.
"Kalau di pikir lagi aku milih....Minah saja. Susah mendapatkan Maria Vania," kata Toing.
"Niat aslinya muncul. Minah, ya sederajat dengan mu Toing. Cantik dan sexy....Minah, ya tidak jauh beda dengan Maria Vania bisa di bilang sebelas duabelas gitu. Cuma bedanya. Maria Vania, ya artis pekerjaannya sedang Minah....pekerjaannya warung di rumah tetap ada masa depan juga sih mahasiswi," kata Heru.
"Jadinya....aku dengan Minah, ya bukan cinta sesaat kan?!" kata Toing.
"Iya, bukan cinta sesaat tapi cinta beneran menyesuaikan keadaan. Ya sudahlah ngobrolnya, aku mau ke dalam mau nonton Tv!" kata Heru.
"Ikutan," kata Toing.
Toing dan Heru pun ke dalam rumah. Heru membawa piring yang ada tahu goreng dan gelas kopinya. Di dalam rumah. Heru menaruh piring dan gelas di meja dan segera menghidupkan Tv. Toing, ya ke belakang beres-beres diri. Setelah itu, ya baru Toing nonton Tv bersama Heru di ruang tamu.

0 komentar:
Post a Comment