SISI LAIN
Hari ini adalah hari terakhir ujian akhir semester, saat aku keluar ruangan rasanya seperti pejuang yang baru saja memenangkan perang. Dengan penuh rasa gembira aku langkahkan kakiku melewati lorong demi lorong kampus untuk mencari kedua temanku yang lebih dulu meninggalkan ruang ujian. Setelah beberapa saat berjalan, aku melihat mereka di ujung lorong dan berjalan menghampiriku dengan membawa selembar kertas, mereka memberikan kertas itu padaku dan ternyata kertas ini adalah formulir pendaftaran mahasiswa yang ingin mengikuti liburan semester di Bali yang diadakan oleh BEMF. Karena aku dan kedua teman kubelum punnya rencana berlibur kemana-mana, akhirnya kami memutuskan untuk ikut liburan ini, lagi pula aku juga sangat membutuhkan liburan, alasan yang bukan hannya karena setres habis UAS tapi juga karena sebulan yang lalu aku baru saja bubar dengan pacarku.
Sesampainya di Bali aku, Winda, dan Radin segera check in kamar yang sudah disediaakan panitia. Setelah beres-beres barang bawaan di kamar, lalu kami beristirahat. Sorenya kami pergi ke rumah makan di sekitaran hotel. Saat kami asik makan tiba-tiba datanglah Aris teman SMA Radin bersama temanya, aku sih tidak tau siapa teman Aris itu karena memang baru lihat kali ini, tapi sepertinya kedua temanku sudah mengenalnya. Karena aku dan dia belum saling kenal, dia mengajakku bersalaman dan memperkenalkan diri.
“Danu…”
“Mika..”
Ternyata Danu adalah teman sekelas Aris, dan kedua temanku mengenalnya karena dulu mereka pernah satu UKM, sebelum Winda dan Radin memutuskan keluar dari UKM tersebut.
Setelah hidangan habis, kami berlima berjalan-jalan di pantai. Setelah kami puas bermain di pantai, kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Malamnya aku dan kedua temanku makan malam di rumah makan tadi, dan entah kebetulan atau tidak Aris dan Danu juga ada di sana, kami kembali makan bersama. Setelah itu kami pergi ke tempat karaoke, sejak itu aku dan Danu amulai akrab. Sebeluma aku dan kedua temanku pamit kembali ke hotel duluan, Danu mengajakku untuk melihat sunrise besok, saat aku masih bingung menjawab ajakan Danu, Radin mengiyakan ajakanitu, aku kaget dan memelototi Radin, tapi dia dan Winda malah membalas dengan tertawa kecil.
Paginya aku Winda dan Radin pergi ke pantai untuk melihat sunrise, tidak lama kemudian Danu menyusul dan mengajakku berjalan menyusuri sepanjang bibir panta sambil menikmati keindahan sunrise. Sejak itu kita semakin dekat dan akrab, aku dan Danu selalu bersama, dari mulai makan, jalan, seru-seruan, sampai banyak teman-teman kami mengira kalau aku dan Danu sudah resmi berpacaran.
Tidak terasa sudah 3 hari kami di Bali, dan sore ini waktunya kami pulang.Saat packing aku sempat takut kalu Danu akan menghilang setelah liburan ini, tapi aku segera membuang pikiran burukku ini, melihat semua yang terjadi, aku berusaha meyakinkan diri kalau Danu tidak mungkin begitu. Setelah selesai packing aku Winda dan Radin segera check out dan berjalan menuju bus. Saat akuWinda dan Radin menunggu teman-teman yang masih belum berkumpul di bus Danu menghampiriku, dia berpamitan untuk pulang duluan karena memang Danu dan temannya membawa mobil sendiri. Rasanya berat sekali saat mau meninggalkan Bali, apalagi aku pulang tidak barsama Danu, tapi yahh mau gimana lagi.
Sesampainya di rumah, aku dan Danu saling memberi kabar. Selama dua minggu kami masih berhubungan sangat baik dan setiap saat pasti kami memberi kabar. Sampai pada suatu hari Danu tiba-tiba tidak bisa aku hubungi, BBM dia off, dan nomornya pun tidak aktif. Aku masih berusaha untuk tenang dan berfikir positif mungkin dia sedang sibuk, tapi sayang pikiranku itu salah. Ternyata Danu benar-benar menghilang, selama 1 minggu kami sudah tidak berhubungan lagi. Rasanya benar-benar menyakitkan, belum juga sembuh sepenuhnya luka lamaku, kini aku harus kembali membalut luka baru yang telah Danu lukis.
Libur semester telah usai, minggu pertama masuk kuliah, aku hannya sibuk mencari Danu, rasa keingin tahuanku terhadap apa alasan dia menghilang begitu saja sangatlah besar. Tapi sayang keberadaan Danu tidak bisa aku temukan, rasanya aku sudah sangat capek dengan semua keadaan ini. Mungkin aku memang sudah resmi menjadi korban PHP Danu, mengingat semua kata dan tingkah manisnya rasanya sulit dipercaya dia bisa sebegitu liciknya bermain hati, tapi ini adalah kenyataannya dan aku harus bisa menerima semua ini.
Waktu terus berlalu, aku selalu berusaha menyibukkan diriku di salah satu UKM agar bisa melupakan semua hal menyakitkan yang telah aku alami. Dalam UKM Ini aku menjabat sebagai sekertaris, dan seharian ini aku sibuk membuat proposal untuk acara pelantikan anggota baru.
Tidak terasa sudah pukul 18.00, aku putuskan untuk melanjutkan membuat proposal ini besok. Hari sudah mulai gelap, saat aku berjalan di lorong kampus tidak sengaja aku melihat Danu dan temanya berjalan menaiki anak tangga di ujung lorong gedung ini. Akhirnya orang yang selama ini aku cari ketemu juga, tapi ngapain Danu ke sana, ini kan bukan gedung fakultasnya, lagipula jam segini kan biasanya sudah tidak ada aktifitas perkuliahan di gedung ini. Karena penasaran aku memberanikan diri mengikuti mereka berdua.
Aku terus mengikuti langkah mereka dengan hati-hati, ditengah langkah mereka, aku melihat Danu mulai merangkul tubuh temannya itu. Ada yang aneh dengan rangkulan itu seakan-akan mereka seperti sepasang kekasih yang lama tidak bertemu dan tidak ingin terpisah lagi. Mereka terus berrangkulan sampai pada tempat yang dituju, mereka masuk di salah satu ruangan. Karena gedung ini sangat sepi, aku bisa dengan jelas menguping pembicaraan mereka, dari pembicaraan itu pula aku mengetahui kalau teman Danu itu benama Tovan. Karena pembicaraan mereka semakin nyeleneh, aku beranikan diri mengintip mereka dari jendela, betapa terkejutnya aku saat melihat kedua laki-laki itu tiba-tiba ********* sangat mesra. Seakan tidak percaya dengan apa yang aku lihat kakiku seketika menjadi lemas dan segera aku sandarkan tubuhku pada dinding agar tidak ambruk. Ternyata selama ini aku telah mencintai orang yang salah.


0 komentar:
Post a Comment