HAUNTED DOLL
“Wah.. Cantik sekali boneka ini!” Kumiko tertegun mengamati sebuah etalase boneka perempuan yang memakai gaun hitam kuno. Wajahnya yang cantik membuat Kumiko berdecak kagum melihatnya. “Pa, Kumiko mau boneka ini!”
“Loh, katanya mau boneka beruang? Aneh-aneh saja kamu ini,” Papa menggeleng-gelengkan kepalanya. “Lagi pula, boneka beruang ini murah sekali harganya. Tidak seperti boneka itu, Kumiko..”
“Pokoknya Kumiko ingin yang ini!” Kumiko bersikeras mendapatkan boneka itu.
“Iya, iya..”
Papa Kumiko pun membelinya dengan harga 300 ribu rupiah.
“Mahal sekali boneka ini! Tapii.. Papa senang juga melihatnya. Boneka ini bagus dan cantik sekali! Lihat, detail catnya pun sungguh sempurna!” Papa berkomentar.
Setelah itu, Kumiko dan papanya pulang menggunakan taksi.
Di rumah Kumiko.
“Hai, Hideko!” Seru Kumiko kepada adiknya.
“Hai Kakak! Kakak bawa apa?” Tanya Hideko.
“Bawa boneka. Bonekanya cantiiikk.. sekali! Ayah yang membelikanya untuk Kakak, loh..” Jawab Kumiko.
“Aku pinjam, dong!” Pinta Hideko.
“Enggak boleh! Beli saja sendiri sana!” Ucap Kumiko angkuh.
“Kakaaakk!” Jerit Hideko.
Malamnya.. Hideko dan Kumiko tertidur pulas. Tiba-tiba saja, Hideko bangun dari tidurnya. Ia melihat ke sekeliling, dan tidak sengaja saja melihat boneka milik kakaknya. Ia tergiur untuk bermain dengan boneka itu. Akhirnya, Hideko pun meraih boneka itu, lalu bermain-main dengannya. Selang beberapa lama kemudian, Hideko kembali mengantuk. Ia pun berbaring. Belum juga menutup mata, perutnya seperti ditusuk-tusuk oleh sesuatu. Hideko pun mual dan batuk-batuk. Meskipun begitu, kakaknya tidak mendengar rintihan Hideko. Hideko terus merintih dan akhirnya muntah darah. Ia melihat, boneka kakaknya itu membawa pisau dan menusuk-nusuk perutnya dengan pisau. Hideko menjerit keras, dan akhirnya pun meninggal dunia karena kehabisan darah. Hideko bingung, mengapa kakak atau ayah-ibunya tidak mendengar rintihan dan jeritan kerasnya. Esok paginya..
“Hoahm,” Kumiko menguap.
“Selamat pagi, Kak..” Sapa Hideko.
“Pagi. Hmm.. ngomong-ngomong, mana bonekaku, ya?” Tanya Kumiko.
“Hihihi..” Tiba-tiba, Hideko tertawa.
“Hmm.. Ya sudahlah. Nanti aku cari lagi!” Kumiko meninggalkan Hideko sendirian di kamar.
Hmm.. Menurutmu, yang bicara dan berbincang dengan Kumiko pagi ini itu siapa?


0 komentar:
Post a Comment