EKSPEDISI TERAKHIR
Pada malam jum’at, hujan deras, kami seluruh pengurus OSIS dan MPK pergi ke sekolah untuk membantu Pak Akbar yang ingin mengadakan ujian online di Aula Tamalaki. Pada saat itu, Ibank mengajak kami untuk melakukan ekspedisi ke setiap ruang kelas yang dianggap banyak muncul penampakan. Saya, Ibank, Dimas, Naegy, Burhan, Wappi, Bagas, dan Ardi pergi ke kelas IX IPA Varietas yang konon katanya sering muncul suatu penampakan. Sebelum melakukan ekspedisi, Ibank melakukan wawancara kepada Dimas.
“Apakah Anda pernah melihat sesuatu di kelas ini?” tanya Ibank.
“Ya, di sini banyak sekali penampakan yang muncul terutama pada saat malam jum’at sering terdengar suara-suara kursi dan meja yang jatuh tanpa sebab,” jawab Dimas.
Setelah selesai wawancara, kami langsung pergi ke kelas IX IPA Varietas. Belum 5 menit, kami semua sudah merasa ada yang mengikuti kami dari belakang. Naegy mengintip di jendela kelas IX IPA Varietas.
“Wei, semuanya ke sini, lihat sana ada bayangan hitam yang muncul!” teriak Naegy dengan rasa takut.
“Di mana? Ayo kita ke sana untuk selidiki!” Ibank menyuruh. Setelah pergi ke tempat tersebut, ternyata tidak ada apa-apa di sana. Kemudian Wappi terjatuh tanpa sebab.
“Kamu kenapa Wappi?” tanya Burhan.
“Tidak tahu, seperti ada yang mendorongku.” jawab Wappi dengan gemetar.
Setelah Wappi jatuh, Bagas dan Ardi terlihat seperti orang kerasukan. Kemudian Saya dan Ibank langsung pergi ke Aula untuk meminta bantuan kepada Pak Akbar. Setelah kami sampai kepada mereka, kami semua langsung membawa Bagas dan Ardi ke masjid untuk mengeluarkan roh jahat yang ada di tubuh mereka berdua. Setelah itu Bagas dan Ardi mulai sadar.
“Kalian berdua tidak apa-apa kan?” tanya Pak Akbar.
“Tidak apa-apa Pak,” jawab Ardi dan Bagas.
“Syukurlah kamu tidak apa-apa,” Pak Akbar merasa lega.
“Ayo kita salat Isya dulu, baru kita lanjutkan kerja kita,”
“Iya Pak,” jawab kami semua.
Setelah kejadian tersebut kami ingin melakukan ekspedisi lagi di kelas-kelas yang dianggap banyak hantunya. Karena kejadian tersebut kami semua dijuluki sebagai “Pemburu Hantu”.


0 komentar:
Post a Comment