DIBALIK HURUF N

Posted By Cerpen universal on Tuesday, September 8, 2020 | September 08, 2020

DIBALIK HURUF N

Hujan turun dengan ria, menari bersama satu dengan yang lainnya. Mengingatkanku tentang masa ketika ku di smp, mengingatkanku tentang dia. Dia lah alasanku untuk tetap tegar. Dulu kami deket banget kaya sepasang kekasih, tapi semua hancur. Ini kisahnya

Siang itu adalah LDK untuk pengurus osis di smp kami. Pertama aku malu bicara dengan dia, tapi kuberanikan diri mengajak dia ngobrol. Kebetulan kami sering tugas bareng jadi semakin akrab. Aku sering menggodanya dengan kata “dicari friska tuh”. Dia pun tau kalau aku suka bercanda padanya, dan yang paling kusuka adalah mukanya yang memerah.

Waktu berjalan begitu cepat hingga tibalah kami di akhir LDK. Hari itu aku berkata padanya “kamu tau gak apa arti daun yang gugur ini” sembari menunjukkan sebuah daun yang gugur. “emang apa artinya?” tanya dia antusias. “daun yang gugur ini melambangkan perjuangan orangtua kita. Coba kamu pikir tiap hari tiap jam orangtua kita selalu bekerja banting tulang untuk makan bahkan mereka rela kelaparan demi kita ini seperti daun yang gugur dan menjadi nutrisi bagi daun daun muda. Dan aku tidak ingin mengecewakan usaha orangtuaku, aku akan selalu menjunjung tinggi usaha orangtuaku, walaupun kami miskin tapi setidaknya aku berjuang untuk mereka”. Dia terdiam dan berkata “aku juga dari keluarga miskin bahkan dulu harusnya ayah saya mendapatkan warisan yang banyak tapi pakde mengambil semua warisan dan ayah saya cuma mendapatkan sepetak sawah yang sangat tidak adil. Tapi ayah dan ibu saya ikhlas dan mendapatkan imbalan dari usaha dan doa kepada Allah swt. Hingga saya bisa sekolah di smp ini.” Katanya sambil mengusap setetes air mata. Aku pun merasa bersalah dan aku pun meminta maaf kepadanya.

Kian hari kian dekat hubungan batin kami, kadang di waktu senggang kami sering curhat tentang kehidupan yang tiap hari kami jalani. Terkadang juga belajar bareng. Sehingga satu smp mengatakan aku dan dia pacaran.

Akhirnya dia datang kepadaku di perpustakaan “leh tolong mulai hari ini kita jangan sering ketemu ya soalnya takut ada fitnah”. Bagai tersambar petir hati ini. Tapi apa boleh buat aku pun tersenyum sambi menganggukan kepala tanda setuju.

Kian hari kian kacau hidupku. Sampai saat ini ketika aku sma dan dia pun di smk favorit. Aku masih mengenang ketika kami bersama, berbagai kisah, tersenyum dan tertawa bersama. Tapi memori itu telah hilang ketika kudengar bahwa dia sedang mendekati kakak kelasnya. Hancur sudah hidupku tak tersisa lagi kini hanya huruf N yang menjadi huruf pertama namanya dan huruf pertama nama panggilanku. Aku hanya berharap dapat menikah karena Allah swt, bukan karena dia baik, aku pun sadar bahwa aku tidak pantas untuk DIA.
Blog, Updated at: September 08, 2020

0 komentar:

Post a Comment