YA NASIP
Toto duduk termenung di gardu hansip.
"Haaaa, nasip....ya nasip," kata Toto.
Toing, ya lewat melihat Toto sedang duduk di gardu hansip termenung.
"Toto, kenapa kamu?" tanya Toing.
"Kamu, Toing.....aku lagi kacau aja," kata Toto.
Toing duduk di sebelah Toto dan berkata "Kalau ada masalah ceritalah. Biar beban masalah mu berkurang, tapi inget jangan urusan uang. Kalau kamu minjem uang sama aku, ya aku tidak ada...uang untuk minjemin kamu Toto. Maklum aku kan cuma kerjaan serabutan dan juga orang miskin lagi."
"Iya, aku mengerti keadaan mu Toing. Tapi masalahku sih bukan urusan uang...melainkan cinta," kata Toto.
"Cinta. Waduh...cinta lagi. Aku saja jomlo sampai umur 30 tahun....tidak peduli urusan cinta, karena cewek yang gak mau sama aku. Maklum miskin dan juga elek. Jadi aku sadar diri lah," kata Toing.
"Ya, aku mengerti keadaan mu Toing," kata Toto.
"Memangnya....urusan cinta mu itu bener-bener bermasalah sampai kamu seperti ini," kata Toing.
"Masalahnya. Cewek ku...itu menikah dengan orang lain, ya bukan sama aku. Jadi aku patah hati....ya hancur banget....banget," kata Toto.
"Ooooo...Begitu. Ditinggal menikah sama cewek yang di cintai. Kasihan nasip mu Toto. Ya udah ikhlasin. Belum jodoh. Saran ku sih cari...cewek lagi aja. Banyak cewek yang mau dengan mu Toto. Ya...tampang lumayan sih. Pengalaman urusan cinta ada. Pekerjaan ya...lumayan sih gak jauh beda dengan aku. Cuma hidup mu Toto lebih baik dari aku, ya punya rumah dari warisan orang tua, sedang aku kontrak sana sini," kata Toing.
"Ya, aku terima saran mu Toing, cari cewek lagi yang mau dengan ku dari pada mikirin cewek yang sudah jelas milik orang lain. Aku Ikhlas sekarang ini," kata Toto.
"Kalau urusan beres, yok ikut aku...biasa ada kerjaan di Ibu Mirna. Lumayan hasil kerja di Ibu Mirna untuk memenuhi kebutuhan aku sehari-hari, maklum hidup di kota Jakarta...harus pinter dan gesit dalam mendapatkan rezeki," kata Toing.
"Iya deh aku ikut," kata Toto.
Toto dan Toing, ya beranjak dari duduk dari gardu hansip dan berjalan menuju rumah Ibu Mirna. Sampai rumah Ibu Mirna, ya segera mengerjakan pekerjaan yang di suruh Ibu Mirna. Toto dan Toing kerja sungguh-sungguh sampai pekerjaan tersebut selesai. Setelah itu, ya di berikan upah menyelesaikan pekerjaan. Toto dan Toing, ya berjalan pulang.
Saat sampai di gardu hansip. Toto melihat koran tergeletak di gardu hansip, ya di ambil dan di baca dengan baik....sambil jalan menuju rumah.
"Berita artis yang ini dan itu.......sampai-sampai urusan percintaan saja mau pindah agama segala," kata Toto.
"Ya, nama juga artis. Di beritain ini dan itu. Biasalah hidup mereka. Kaya dunia permainan saja," kata Toing.
"Iya juga ya," saut Toto.
Toto membaca tentang berita pemerintahan yang ini dan itu sampai berita olah raga ini dan itu juga. Setelah koran di baca, ya penting saja. Koran pun di lipat oleh Toto. Sampai di rumah Toto.
"Toing, mau mampir dulu!" kata Toto.
"Terima kasih. Aku terus pulang ke rumah," kata Toing.
Toto pun masuk rumahnya dan segera berbenah diri. Toing pun segera berjalan menuju rumahnya. Sampai di rumah, ya Toing pun segera berbenah diri dan setelah itu duduk di teras depan sambil melihat langit yang gelap bertabur bintang di langit.
"Nasip...ya nasip...orang yang jomlo. Tidak laku-laku karena keadaan," kata Toing.
Toing pun menyetel radio bututnya dan mendengarkan musik dangdut untuk menghilangkan rasa kesendiriannya, ya jomlo sampai umur 30 tahun karena banyak cewek tidak mau sama Toing...karena miskin dan elek lagi.


0 komentar:
Post a Comment