KASIH YANG TAK DIANGGAP
“Hari itu semuanya baik-baik saja aku masih bersamanya dan menjalani hari-hari dengan indah dan penuh keceriaan tapi entah mengapa 3 hari ini dia sangat berubah padaku bahkan tak menemuiku lagi tanpa kabar apapun dia pergi entah ke mana?.” Kata Anggi kepada Lala.
“Apa aku coba telfon dia lagi yah? Tapi aku selalu mencobanya dan nomornya tidak pernah aktif.” Ucap Anggi dengan wajah bingung.
“Hey.. Gi, untuk apa lagi sih kamu hubungi cowok bajingan itu. Udahlah lupakan saja dia, aku bisa mencarikanmu cowok lain yang lebih bagus dari dia.” Ujar lala sahabat Anggi.
“Hmm.. tidak bisa la, aku tidak bisa melupakan dia begitu saja. Aku udah lalui kisah begitu banyak dengan dia dan dia juga mengajarkan aku apa itu cinta.” Kata Anggi menunduk sedih.
“Dan dia juga yang akan mengajarkanmu kesakitan nantinya, Anggi aku enggak tega liat kamu terus-terusan menunggu dia dan bahkan dia sendiri pergi entah kemana.” Ujar Lala lagi.
“A-aku juga lelah menunggu La, tapi aku tak bisa jika harus melupakannya rasanya seluruh cintaku hanya untuk dia.” Jawab Anggi dan menangis.
Memeluk Anggi. “Sudahlah kau jangan menagis kalo kamu nangis aku juga ikut sedih.”
2 bulan telah berlalu sejak kepergian Nico kini Anggi sudah mulai melupakannya dan menjalani harinya dengan bahagis apalagi setelah Lala memperkenalkannya dengan Reyhan.
Di lapangan basket.
“Hmm..” termenung melihat Rey bermain basket.
“Hey.. Gi, cye yang dari tadi liat Rey, keknya udah ada perasaan khusus deh.” Ujar Lala menghentikan lamunan Anggi.
“Ahh.. enggak lah, kamu ini ada-ada saja deh.” Tersenyum.
“Tuh kan kamu senyum-senyum, ya Rey kan emang keren.” Kata Lala sambil menyenggol bahu Anggi.
Tak lama Reyhan menghampiri Anggi dan Lala.
“Hey.. kalian lagi ngomongin apa sih?.” Kata Rey sambil mengusap keringatnya.
“Itu tugasnya Lala belum selesai.” Jawab Anggi menggaruk-garu kepala dan menginjak kaki Lala.
“Aww.. sakit tauu..” bicara pelan pada Anggi.
“Oh.. kirain apa?.” Tersenyum dan pergi menuju toilet.
“Yuk.. Gi, kita ke kelas.” Kata Lala sambil berjalan menuju ke kelas.
“Baiklah..” berdiri dan ikut berjlan di samping Lala.
“He.. Gi, kamu beneran suka yah sama Rey?.” Tanya Lala.
“Ntahlah La, aku rasa Cuma perasaan kagum saja.” Jawab Anggi singkat.
“Kok gitu, aku kira kamu sudah jatuh cinta sama Rey dan melupakan Nico itu.” Ungkap Lala dengan wajah sedikit kecewa.
Tiba-tiba Rey datang di depan mereka. “Hey.. Anggi, hey La.. mau ke mana nih?.” Memotong pembicaraan mereka.
“Eh.. Reyhan kita mau ke kelas nih, oh yah aku duluan dulu yah.” Kata Lala dan meninggalkan mereka berdua.
“Gi.. mau tidak kamu jalan dengan aku nanti bukan kencan sih tapi sekedar jalan jalan aja.” Ungkap Rey penuh harap.
“Umm.. baiklah.” jawab Anggi.
“Okey.. nanti jam 2 aku jemput kamu.” Ujar Reyhan dan tersenyum.
Setelah sepulang sekolah Anggi segera berganti baju dan menunggu kedatangan Reyhan. Tak lama kemudian Rey pun datang.
“Hey.. Gi, maaf yah membuatmu menunggu.” Sambil membukakan pintu mobil.
“Iya.. tidak terlalu lama kok.” Jawab Anggi dan masuk ke mobil.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di tempat tujuan memang Anggi tak pernah keluar rumah lagi semenjak Nico tak ada baru kali ini lagi dia keluar bersama Reyhan.
“Anggi apa kau suka tempat ini?.” Ungkap Rey.
“Iyya.. aku juga baru datang ke sini lagi.” Jawab Anggi.
“Oh.. benarkah? Memang dulu kau juga sering datang di sini yah?” Tanya Rey.
“Iya.. aku sering datng ke sini dulu dengan Nico.” Jawab Anggi menunduk sedih.
“Oh.. maaf yah banyak nanya.” Wajah sedih melihat Anggi juga sedih.
“Tak apa kok, kau tak salah sama sekali.” Ujar Anggi dan tersenyum.
Saat sedang asik berjalan dan berbincang-bincang dengan Reyhan tiba-tiba Anggi dikagetkan saat dia melihat Nico.
“Nico..?” wajah yang masih penasaran lalu menghampiri Nico.
“Siapa?” kata Nico saat melihat Anggi.
“Nico.. ke mana saja kau selama ini aku sangat merindukanmu, tau tidak aku selalu menunggumu. Mengapa kau tak pernah memberiku kabar” memeluk Nico dan menangis.
“Kamu ini siapa sih?.” Wajah bingung dan melepaskan pelukan Anggi.
“A-ku ini Anggi Nico, pacar kamu.” Jawab Anggi sedikit bahagia dan sedih.
“Sayang.. siapa wanita ini? Apa dia selingkuhan kamu.?” Tanya wanita di dekat Nico.
“Ya bukanlah sayang, aku tidak kenal dengan wanita ini, mungkin dia stress ditinggal pacarnya.” Jawab Nico.
“Nico.. kamu kenapa jadi begini, kamu tega nggak ngakuin aku, jadi selama ini kamu pergi dan mencari kekasih yang baru.” Menangis dan menampar Nico.
“Eh.. dasar cewek gila, pergi lho jangan ganggu pacar gue.” Kata cewek itu dan mendorong Anggi.
Membantu Anggi berdiri. “oh.. jadi kau ini Nico, dasar kau ini cowok bajingan setelah Anggi menunggu dan setia kepadamu kau malah mengkhianatinya dengan tidak menggapnya sebagai kekasihmu.” Kata Rey dan mendorong bahu Nico.
“Siapa lo.. terserah gue donk, lagian kalian cocok kok, sama sama gila.” Ujar Nico.
“Brengsek kau yah..” bersiap menghajar Nico.
“Berhenti Rey, kita pergi saja dari sini untuk apa lagi kita ada di tempat seperti ini.” Ujar Anggi menghentikan Reyhan.
“Baiklah.. “ pergi meninggalkan mereka berdua.
Duduk di salah satu bangku dan menangis.
“Aku tak kuat lagi Rey.” Ujar Anggi sambil menangis.
“Aku tak kuat lagi Rey.” Ujar Anggi sambil menangis.
“Sudahlah Anggi, aku ngerti kok perasaan kamu.” Kata Reyhan dan Memeluknya.
“Rey.. aku ingin pergi dari sini, aku tak sanggup menjalani hari-hariku di sini.” Ungkap Anggi.
“Gi, jika itu keputusanmu kau boleh pergi tapi kuminta satu hal jika kau kembali jangan lupakan aku yah?.” Jawab Reyhan dengan wajah sedih.
“Tentu, aku tak akan melupakanmu dan sahabatku Lala.” memeluk erat Reyhan.
1 tahun telah berlalu..
Kini Anggi meninggalkan USA dan kembali ke kota asalnya. Sesampai ke bandara.
“Hum.. akhirnya sampai juga.” Ungkap Anggi dalam hati.
“Anggii…” Memanggil Anggi dari kejauhan.
Melihat ke arah yang manggil. “lala? Lala…” berlari ke arah lala dan memeluknya.
“Gi.. aku sangat merindukanmu.”
“Aku juga La.” Memeluk Lala dengan erat.
“Ehh? Apa kau tak rindu padaku Anggi?.” Kata Rey dengan wajah bingung saat melihat Anggi.
Melepaskan pelukan. “Reyhan..? apa kau Reyhan?.” Bingung melihat Rey.
“Ya.. ini aku Gi.” Tersenyum bahagia.
“Kau tampaknya tambah keren saja, aku hampir tak mengenalimu.” Ujar Anggi.
“Ah.. kau bisa saja, aku masih seperti dulu kok.”
“Umm.. aku juga merindukanmu Rey.” Seketika memeluk Reyhan.
“An-nggi, benarkah?” kaget dan wajah memerah.
“Cyee.. pasangan yang baru ketemu, peluk-pelukan.” Ujar Lala meledek.
“Iya.. aku sangat merindukanmu Rey,” Jawab Anggi.
“Be-benarkah? Aku mau bilang Gi kalo sebenarnya dari dulu kau mencintaimu.” Ungkap Reyhan.
“Aku tahu, jadi karena itulah aku kembali. Kembali untuk cintamu.” Jawab Anggi dan masih memeluk Reyhan
Setelah 7 bulan Reyhan dan Anggi berpacaran kini dia akan melangsungkan pernikahan dan Lala pun juga telah menikah dengan pria idamannya dan mereka pun hidup dengan bahagia.
“Aku sadar kalau sebenarnya aku salah mengejar-ngejar orang yang sama sekali tak pernah menganggapku ada sementara orang yang sangat menyanyangiku ada di depan mata dan aku tidak menyadarinya tapi sekarang rasa sakitku telah diobati dengan adanya dia yang benar-benar mencintaiku dan menganggapku ada bukan hanya di mata tapi di hati.” Tulisan Anggi di buku diarynya.


0 komentar:
Post a Comment