WAITING

Posted By Cerpen universal on Wednesday, July 15, 2020 | July 15, 2020

WAITING

Pagi yang indah, sinar mentari mulai menghiasi bumi ini. Nyanyian burung yang terdengar sangat merdu di pagi ini membuat hati ini sangat tentram. Syukur tak hentinya aku ucapkan kepada Tuhan yang maha esa yang masih memberiku nafas untuk menikmati ciptaan-Nya ini.

Pagi ini adalah hari pertama aku masuk kuliah, yapp aku Rani semester 1 di jurusan teknik informatika Universitas Trunojoyo Bangkalan. Tak mudah untuk diterima di jurusan ini, siang malam tak henti-hentinya aku belajar, belajar dan belajar. Suasana kampus yang sangat ramai, dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswa yang sibuk dengan urusannya masing-masing.

“Yahhh, sekarang aku sudah mahasiswa, bukan saatnya main-main lagi. Harus fokus pada masa depan.” ucapku dalam hati. Menghela nafas

BRUKKKK… seseorang menabrakku dari belakang. Aku rasa dia sedang terburu-buru.

“Maaf, maaf aku sedang terburu-buru. Sekali lagi ma..” ucapnya lalu terhenti melihatku. 

“Ehh gak apa-apa kok. Aku juga yang salah berdiri di tengah jalan” Ucap ku. 

“Kamu Rani kan?” ucapnya ragu. 

“Kok dia tau nama aku” batinku bekata dengan penuh kebingungan. 

“Mamu Rani kan? Alumni MAN Sumenep?” lagi-lagi dia bertanya. 

“Iya, aku Rani. Kok kamu tau, kamu siapa?” tanyaku.

“Ya iyalah aku tau kamu, kamu mantannya Roni kan? Alumni MAN Sumenep juga. Aku temen akrabnya Roni. Masak kamu gak inget aku sih? Aku Huda, alumni SMA 2 Sumnep?”

“Ahh, Huda? Bukankah tadi kamu terburu-buru ya?” ucapku tanpa membahas apa yang dia katakan.

“Oh iya aku hampir lupa, aku duluan ya. Sampai ketemu lagi.”

Dari sekian juta orang di sini, kenapa mesti ketemu dia sih? Terus kenapa harus bahas Roni lagi? Hal yang paling ingin aku lupakan adalah Roni, semua tentang Roni, semuanya.

FLASBACK akhir 2013
Senja mulai terlihat, matahari mulai terbenam, sungguh pemandangan sore yang sangat indah ketika dilihat dari atas bukit.

“Aku serius, aku pengen kita kayak dulu lagi yang selalu bersama selalu ada di samping kita masing-masing. Intinya aku pengen balikan sama kamu.” Ucapnya dengan serius. 

“Tapi bukankah sekarang kamu berpacaran dengan dia?”

“Iya aku tau, aku juga pengen putus dengan dia. Makanya tunggu aku ya, sampai bulan September.”

“Kenapa harus bulan September? Bukankah itu terlalu lama?”

“Aku ingin kita memulai hubungan kita kembali di bulan september, karena di bulan September aku dan kamu dilahirkan. Aku tau bulan September sangat lama dari bulan ini, tapi aku yakin kita bisa bertahan melewati bulan demi bulan dan akan bersama kembali di bulan september tahun depan.”

”Iya aku pasti nunggu kamu kok, asal kau tepati janji itu.”

“Iya aku pasti tepati janji itu”

FLASBACK Off

Betapa bodohnya aku dulu mengiyakan janji yang sangat murahan itu, janji yang kupikir dulu sangat manis yang dia ucapkan padaku, kini hanya seperti salah satu sampah dari sekian juta sampah. Tak ingin lagi ku termakan oleh janji dari seorang pria. Aku Sangat membencinya.

Sudah satu minggu aku menjadi mahasiswa, dan sudah terbiasa dengan keadaan kampus ini. Sore telah tiba, dan aku pun baru pulang dari kampus.

“Nyatanya kehidupan di kampus tidak seperti kehidupan di dalam sinetron” menghela nafas.

“Ran, ada yang mencarimu tuh. Di lantai satu” tiba-tiba teman kelasku memanggilku. 

“Siapa?” tanyaku degan kebingungan

Saat sampai pada lantai satu, aku tidak menemukan seseorang yang aku kenal, kecuali… Huda.

“Hay, apa kabar? Seminggu ini aku nyari-nyari kamu loh. Syukurlah sekarang dah ketemu”

“Ngapain kamu nyari aku?”

“Pengen lebih deket aja sama kamu”

“Maaf aku harus pulang, temenku udah nunggu aku di parkiran” putusku, karena aku tidak ingin berhubungan dengan hal-hal yang berhubungan dengan Roni.

“Oh hati-hati ya”

Setiap hari dia selalu menungguku di depan kelasku, mau dia apa sih.

“Udah selesai kuliahnya?” tanyanya sok manis.

“Udah, aku duluan ya”

“Tunggu dulu, ada yang pengen aku bicarain sama kamu.”

“Maaf tapi aku ada janji dengan temanku.”

“Kenapa sih, kamu menghindariku terus. aku kan cuman pengen deket sama kamu. Apa karena Roni.” Langkahku terhenti saat mendengar namanya. 

“Aku tau kamu tidak ingin berhubungan denganku karena aku teman akrabnya Roni. Iya kan? Tapi aku tidak sama dengan Roni. Aku tidak akan pernah menyakiti orang yang aku sayang, aku tidak sejahat Roni“

“Aku tidak ingin mendengar nama itu lagi, jadi aku mohon jauhi aku.”

“Tidak bisakah kamu membuka hati untuk orang lain yang mencintaimu? Tidak bisakah aku menjadi pengganti Roni?” ucapnya yang berhasil membuatku kaget.

“Apa maksudmu?” tanyaku.

“Aku tau kenapa kamu bersikap seperti ini padaku, selama ini kamu tetap mencintainya kan? Kamu gak bisa melupakannya kan? Berhentilah mempertahankan perasaan itu yang bahkan selalu membuatmu sakit”

“Aku seperti ini bukan berarti tidak bisa melupakannya, jadi tolonglah jangan ganggu aku lagi.” Ucapku lalu pergi meninggalkannya.

FLASHBACK On
“Maafkan aku, untuk saat ini aku tidak bisa bersamamu” Ucap nya. 

“Apa maksudmu?” tanyaku yang mulai berkata-kaca. 

“Untuk saat ini aku ingin bersamanya. Hanya untuk saat ini saja. Setelah itu aku akan kembali padamu” meyakinkanku. 

“Aku tau hal ini akan terjadi, bahagiakan dia, Sayangi dia, jangan buat dia menangis.” Ucapku lalu pergi meninggalkannya.

FLASHBACK Off

“Dan jangan pernah kamu kembali lagi” Tanpa sadar aku meneteskan air mata, “benar, aku masih mencintainya. Bahkan selama 4 tahun ini perasaan itu masih tetap ada. Aku tak mempertahankan perasaan ini, hanya saja hati ini masih belum bisa melupakannya. Semua itu butuh proses dan aku tidak tau kalau proses itu membutuhkan waktu yang sangat lama” batinku berkata.

Sesampainya di rumah segera aku megambil wudhu’ dan mengerjakan sholat ashar.

“Ya Allah, buanglah perasaan ini. Perasaan yang membuatku sakit. Jangan biarkan aku mencintai hal yang tidak Engkau ridhoi. aminn “ doaku dalam sujudku.

Kini aku putuskan untuk lebih fokus pada impianku, kebahagian orangtuaku. Intinya aku tidak ingin lagi berurusan dengan masa laluku, meskipun aku tahu ada satu titik dimana aku harus melihat masa laluku untuk mengejar masa depanku.
Blog, Updated at: July 15, 2020

0 komentar:

Post a Comment