AKU RINDU
Aku berjalan menuju kelasku, sambil membuka ponselku. Saat akau asyik dengan ponselku, tiba-tiba tak sengaja aku menabrak seorang lelaki seangkatanku. Aku kaget dan sempat terdiam sejenak. Lalu, aku langsung meminta maaf padanya. Dia menatap mataku. Aku bingung kenapa dia menatapku seperti ini. Saat itu, ia langsung menjulurkan tangannya untuk berkenalan denganku. Sontak, aku langsung menyebutkan namaku.
“Aku Ivan, nama kamu siapa?” Katanya padaku.
“Aku Revanda” Jawabku.
“Aku gak pernah lihat kamu sebelumnya, kamu anak baru di sekolah ini ya?” Tanyaku pada Ivan.
“Iya, aku anak baru. Aku lagi nyari kelas aku, aku dapet kelas di 10 Ipa 3, kamu bisa anter aku ke kelas gak?” Tanya Ivan.
“Oh, iya aku bisa kok, lagian kelas kita sebelahan. Aku anak kelas 10 Ipa 2” Jelasku.
Aku mengantarnya ke kelas sambil bercakap-cakap padanya. Dia murid pindahan dari Jakarta, dia pindah ke Bekasi karena orangtuanya punya sebuah usaha di daerah Bekasi, alhasil dia pun bersekolah di Bekasi, satu sekolah denganku. Dia menanyakan banyak hal padaku, mulai dari pelajaran, hobby, eskul dan lain-lain. sejak hari itu, kami jadi sering akrab. Aku begitu dekat dengannya, sampai akhirnya kami saling jatuh cinta. Namun, dia tak pernah menyatakannya padaku. Berulang kali telah kuberi dia perhatian lebih, tapi dia tak juga menyampaikan perasaannya kepadaku. Entah aku yang terlalu berharap atau dia yang memberi harapan palsu.
Suatu ketika, saat aku pergi ke sebuah taman, di mana aku dan Ivan sering ke taman itu. Dia tiba-tiba datang dan membawakanku sebuah boneka doraemon. Ya, aku memang suka dengan doraemon, dan dia memberikan itu. Sungguh, hatiku sangat senang, karena aku mendapatkan sesuatu yang berharga darinya. Tapi, semenjak dia memberiku sebuah boneka, dia pergi menghilang. Dia tak pernah menyapaku, bahkan saat aku tersenyum padanya. Entah, apa yang terjadi, sehingga sikapnya berubah padaku.
Aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.
“Van, kok aku perhatiin sikap kamu berubah ke aku, kamu lagi ada masalah?” Tanyaku.
“Enggak kok, aku gak papa” Jawabnya ketus.
“Kalo gak papa, terus kenapa sikap kamu aneh ke aku, sebenernya aku punya salah gak sih ke kamu?” Tanyaku penasaran.
“Kamu gak punya salah apa-apa, aku cuma pengen fokus belajar aja kok” Jawab Ivan.
“Oh, ya udah kalo gitu aku minta maaf kalo udah ganggu” Jelasku.
Sungguh, aku tak menyangka kalau akhirnya kita bisa saling berjauhan seperti ini, padahal kita dulu deket banget. Aku masih ingat saat pertama kali kita bertemu, dan tatapan matamu padaku. Jujur, aku kangen banget sama semua itu, aku pengen kita kayak dulu lagi. Kita musuhan tanpa sebab yang jelas.


0 komentar:
Post a Comment