TARGET CINTA
"Susah juga ya pendekatan dengan Memey," celoteh Heru.
Toing melihat Heru yang sedang duduk di teras kos-kosan, jadi di hampiri...ya duduk bersama Heru.
"Heru lagi mikirin apa?"
"Toing, ternyata susah deketin Memey."
"Memey. Sukunya China dan juga agamanya beda dengan kamu. Kenapa target untuk di jadi pacarmu, Memey?"
"Toing, cinta pandangan pertama gitu."
"Waduh, Heru. Cinta pandangan pertama, kamu salah lihat itu mah. Kalau suka sama cewek di lihat bukan cantik aja, tapi yang terpenting satu agama...agar mudah menjalankan satu hubungan itu."
"Aku mengertilah. Kebiasan suku China lebih baik menikah sukunya sendiri, agar tidak kehilangan sukunya alias marganya. Tapi aku suka pandangan pertama, jadi di cobain. Ya gagal gitu. Aku termasuk orang yang tidak mampu, eee yang aku sukai...orang kaya."
"Heru...Heru, kalau cari cewek itu yang sederajat...jadi jauh pengertian. Kalau derajatnya beda bisa makan hati menghadapi pasangan mu, tapi jika kamu...nya kaya, Heru."
"Amin," saut Heru.
"Kok di aminin, aku belum selesai ngomong."
"Omongan itu Doa, Toing."
"Amin juga. OK aku lanjutin omongan aku. Kalau kamu, Heru kaya menyukai cewek miskin maka kamu menaikin derajat cewek tersebut, itulah lebih baik."
"Bener omongan kamu, Toing. Kenyataannya aku yang tidak punya apa-apa. Tapi kalau aku kaya sih, aku bisa mendapatkan Memey dan jadinya satu agama dengan aku, karena cowok itu pemimpin jadi makmum yang mengikuti pemimpin."
"Itu sih bener kalau Iman mu kuat kalau Iman mu lemah jadinya kamulah, Heru yang mengikuti agama Memey."
"Kalau begitu aku urungin aja niat aku mengejar cinta Memey lebih baik Santi, ya sederajat dengan aku. Tetap aja sih susah juga pendekatan dengan Santi."
"Wah, itu mah derita kamu, Heru."
"Memang derita aku."
"Sudahlah jangan di bahas urusan cewek tidak ada habisnya. Bikin pusing!"
"Oh, Iya bagaimana hubungan Abang Erwin dengan Amanda?"
"Kalau masalah itu sih. Abang Erwin mengikhlaskan hubungannya dengan Amanda, jadi Bily yang mendapatkan cinta Amanda. Abang Erwin, ya sibuk lah ngurusin pekerjaannya...jadi tidak lagi mikirin cinta lagi."
"Kalah atau menang dalam merebut hati cewek, ya hal yang wajar sih. Yang terpenting kan harus menjalankan hidup, ya kerja dan kerja. Nanti juga cewek dateng sendiri, kalau sadar siapa yang paling baik untuk dirinya cewek tersebut?!"
"Wah dewasa banget omongan kamu, Heru. Ayo kita ke rumah Abang Toto, ada borongan kerjaan. Lumayan uangnya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kita."
"Ayo!!!"
Heru dan Toing pun beranjak duduknya dari teras kos-kosan. Ya Toing pun menggoes sepedahnya dan Heru di bonceng. Dengan baik Toing membawa sepedahnya. Saat di jalan daerah pertokoan. Heru melihat Memey bersama dengan cowok kaya dan China pula.
"Aduh bener omongan Toing, salah menyukai cewek. Ya Sudahlah aku ikhlasin aja cinta sejenak ini....pandangan pertama," kata hati Heru.
Toing dan Heru sampai di tempat Abang Toto, ya segeralah Toing dan Heru bekerja dengan baik. Saat membereskan barang gitu, ya Heru berkata ke Toing "Enak ya kalau dapet BLT dan Prakerja".
"Ya, ampun Heru jangan ngomongin tentang BLT dan Prakerja...tidak ada gunanya di harapan itumah. Kita ini berusaha untuk bisa bertahan hidup, kadang kita pun memberikan rezeki kita yang lebih ke orang yang tidak mampu. Yang ada aja di syukurin....itu sudah cukup."
"Iya, aku mengerti. Kita dapet BLT dan Prakerja, ya tidak ada masalah...jika tidak dapet BLT dan Prakerja juga ya tidak masalah sih. Aku bersyukur yang ada saja."
Heru pun fokus kerjaannya begitu juga dengan Toing. Sampai waktunya, ya pekerjaan pun selesai. Abang Toto, ya memberikan uang ke Heru dan Toing hasil kerja hari ini. Toing dan Heru, ya bersyukur dengan hasilnya. Keduanya pulang ke kos-kosan, ya pake sepedah. Sampai di kos-kosan. Ada Abang Erwin, ya main ke kos-kosan dan juga bawa makan. Heru dan Toing, ya senang sih Abang Erwin dateng untuk niatnya main aja. Toing dan Heru menikmati makanan yang di bawa Abang Erwin. Ya ketiganya pun ngobrol dengan asik di teras kos-kosan, sekedar obrolan seputar kegiatan hari ini.


0 komentar:
Post a Comment