SALAH ORANG

Posted By Cerpen universal on Friday, June 26, 2020 | June 26, 2020

SALAH ORANG

Dreg dreg dreg bunyi ponselku berdering membuat aku terbangun dari lamunan.

Ternyata hanya Antoni yang mengirim pesan bahwa dia tidak masuk kelas hari ini, selalu saja begitu hal yang tidak penting membuat hancur contohnya diriku sedang melamun datanglah sebuah pesan singkat yang sangat tidak penting.

Aku taruh kembali ponselku dalam tas dan aku bergegas ke luar kelas.

“Heiiii sekar, selamat pagi” sambut Rara dari kejahuan.

“Pagii Rara, btw Antoni hari tidak masuk kamu tulis di absen yaa kalau dia Alfa”.

“Emang tidak ada mengirim surat sekar?”

“Tidak cuma lewat sebuah pesan singkat yang dia kirimkan kepadaku” jawab ku. 

Jam menunjukan pukul 14:30 anak anak sudah lama meninggalkan sekolah sedangkan aku masih berada di taman sekolah. Aku menunggu Galih karena dia mengajakku untuk bertemu hari ini. Aku berharap hari ini detik ini dan tahun ini aku bisa menjadi pacar Galih karena kami sudah lebih dari tiga bulan melakukan pendekatan atau pdkt.

Suara motor Galih sudah terdengar dari kejauhan, betapa gembiranya diriku saat mendengar suara motor Galih yang sudah tidak asing lagi di telingaku. Tapi Galih tidak datang sendiri dia bersama seseorang.

“Haiii Sekar” sapa Galih dengan ramah. 

“Haaaiii” jawabku dengan singkat. 

Cewek yang bersama Galih terseyum kepadaku, cewek itu pendek, putih dan rambutnya sangat indah, mungkin dia rajin merawatnya.

“Hmmm Rina ini dia yang namanya sekar dia adalah sahabatku atau bisa dibilang dia adalah saudaraku,” Galih merangkul sekar. 

“Haiii sekar aku Rina pacarnya Galih”

Ahhhhrggg aku begitu kaget dan shock tapi aku berusaha untuk menutupinya.

“Haaaiii Rina hihihi” jawabku dengan seyuman yang sebenarnya bukanlah seyuman bahagia.

“Maaf sekar aku gak cerita sama kamu soalnya aku mau ngasih surprise buat kamu heeh,” Galih merangkulku kembali. 

“Aku turut bahagia Galih, aku harap kamu bisa buat Rina selalu bahagia”.

“Aminnn” jawab Galih dan Rina.

Tak lama dari itu mereka pun bergegas pulang karena Galih harus mengantar Rina pulang.

Aku menatap langit langit kamarku aku paham aku bukanlah tipe pacar idaman Galih aku paham kalau lagi hanya mengangapku sahabat. Teryata aku terlalu GR atas perhatian Galih selama ini, aku salah orang, salah dan sangat salah aku menilai Galih mencintaiku tapi kenyataan tidak, aku harus melupakan perasaan ini agar diriku tidak tersiksa karena kami hanya ditakdirkan hanya untuk menjadi sahabat, sahabat yang saling menyayagi dan melindungi satu sama lain.

Tamat
Blog, Updated at: June 26, 2020

0 komentar:

Post a Comment