INI CINTA GUE
“Apaan sih loe ngagetin aja,” omelnya.
“Loe nggak pulang?”
“Pulang dong”
“Terus ngapain loe masih nongkrong di tempat parkir kalau mau pulang?”
“Nungguin Rey” jawabnya santai sambil tersenyum.
“What!! apa loe bilang Rey, kagak salah?”
“Idih ekspresi loe Ndah, gitu banget sih denger nama Rey”.
“Habisnya bukannya loe sama Rey sudah end ya, lebih tepatnya hubungan loe?”
“Nggak kok, kata siapa? ada yang bilang ke loe?”
“Kemarin Bulan ada bilang gitu ke gue”
“Hemm Bulan ya” ujarnya seraya mengeritkan dahi.
“Hei May, ada apa loe kayak heran gitu?”
“Nggak ada apa-apa cuma gue ngerasa ada yang aneh aja Ndah sama si Bulan. Apa dia tau soal petengkaran gue sama Rey tempo hari. Setau gue yang tau soal itu cucma loe, gue sama Rey. Loe masih ingat kan Ndah, gue tau waktu itu Rey marah lihat gue jalan bareng sama Diki. Dia juga sempat bilang putus ke gue, tapi gue nggak jawab iya karena gue fikir itu cuma emosi sesaatnya Rey aja. Gue juga sudah jelasin yang sebenarnya, lagian gue sama Diki itu sudah kayak kakak adik. Jadi menurut gue masalah itu sudah kelar dan kembali seperti biasanya. Ya walaupun gue sedikit kesal dengan sikap Rey yang berubah ke gue”.
“Oke, intinya loe sama Rey belum putus. Itu kan yang loe harapain, tapi coba loe lihat itu?” ujar Indah seraya menunjuk ke arah Rey dan Bulan yang baru saja keluar dari arah perpustakaan.
“Rey sama Bulan maksudnya apa?”
“May, gue bukannya nggak mau belain loe. Tapi loe harus ngerti itu artinya Rey beneran ingin putus dari loe dan itu demi cewek kayak Bulan”.
“Nggak mungkin Ndah, Bulan itu baik dan Rey yang gue kenal nggak sejahat ini”.
“Tapi kenyataannya apa May? sudahlah lupakan mereka. Sekarang gue antar loe pulang, gue nggak mau temen gue semakin terluka gara-gara dua kutu busuk nggak tau diri itu” ujar Indah seraya menarik tangan Maya untuk segera pergi meninggalkan tempat parkir itu.
“Ndah ini yang namanya cinta ternyata tak selamanya Indah, tak selamanya bisa gue miliki, tak selamanya berakhir bahagia. Teryata gue harus rela walau sakit itu pasti. Itu yang gue rasa sekarang, ini cinta gue cuma buat sebuah luka”.


0 komentar:
Post a Comment