PENUNGGUNYA SIAPA?
“Aku pulang ya Dod, mau main PS” ujar Tito yang malah kabur pergi ke rumahnya, padahal Tito yang menendang bola Dodi hingga masuk ke rumah kosong itu. Dodi tersenyum kecut sambil mengangguk.
Kini hanya Dodi, Leo, dan Naufal yang masih bingung memikirkan bola. Sebenarnya tidak sulit untuk mengambilnya. namun teman-teman Dodi tidak ada yang berani mengambilnya. Alasannya, mereka takut karena katanya, di rumah itu ada anak lelaki misterius yang suka mengajak kalian bermain. Hiyy, asal kalian ketahui saja! setiap orang yang masuk ke rumah itu, tidak akan kembali lagi.
“Dodi, dari pada dikau sibuk memikirkan bolamu. Lebih baik kita bermain yang lain saja. Tak apa, kau bisa beli lagi, bukan?” hibur Leo. Dodi menggeleng. Memang tak apa, ia bisa membeli bola yang baru! Tapi, pasti ibunya tidak akan membelikannya. Bolanya yang sedang hilang saja, ia beli sendiri dengan uang tabungannya.
“Teman-teman, kita pulang saja, yuk, tidak apa-apa bolaku. Kapan-kapan aku bisa membelinya lagi,” kata Dodi yang akhirnya memutuskan. Lalu, Dodi, Leo dan Naufal pulang bersama.
“Dadah!” seru Naufal dengan nada datar, ketika mereka bertiga sampai di pertigaan. Rumah mereka memang berjauhan.
Dodi berjalan lamban, dia masih memikirkan bolanya. Eh! Dia merasa ada yang mengikutinya di belakang. Dodi merinding. Ia lalu segera mempercepat langkahnya.
Sesampainya di rumah, Dodi langsung mandi. Keringatnya yang membuat badannya lengket, membuat Ibu tak tahan melihatnya. Seusai mandi, Ibu menyuruh Dodi untuk segera makan, tentu saja Dodi menurut, perutnya juga sudah berdisko. Hihihi!
“Hmm, masakan Ibu enak sekali! Rasanya pas! Ibu memang jago masak, deh!” puji Dodi. Ibu tersipu. Anaknya memang pintar menyenangkan hatinya. Selesai makan, Dodi membawa piring kotornya ke dapur.
Tiba-tiba..
“Tring,” Ups, sendok Dodi jatuh ke kolong meja, Dodi berusaha mengambilnya, ia mengintip ke bawah meja.
“Eh, itu bolaku!” Dodi heran, ternyata bolanya ada di bawah kolong meja.
“Mengapa bolanya ada disini?” gumam Dodi keheranan. Ia segera mengambilnya, lalu Dodi pergi ke dapur menaruh piring kotornya, kemudian ia pergi ke kamar, untuk menyimpan bolanya.
“Terima kasih. Siapa ya, yang mengembalikannya?” Dodi bertanya-tanya.
“Aku!” tiba-tiba ada yang memegang pundak Dodi dari belakang, Dodi ketakutan. Ia lari keluar kamar.
“Dodi, ini aku Naufal! maaf membuatmu takut!” Eps, ternyata Naufal, Dodi masih keheranan, rasa takutnya mulai berkurang! Itu memang Naufal!
“Dari tadi aku mengikutimu, maaf ya!” ujar Naufal, “Aku tadi nekat mengambil bolamu, aku juga tadi tidak pulang bersamamu!” lanjut Naufal.
“Ka, kau.. tidak pulang bersamaku? Bukannya tadi kau pulang bersamaku, dan Leo?” tanya Dodi heran.
“Enggak, kok! Tadi aku pulang sendiri!” Ujar Naufal dengan muka serius.
Deng deng! lalu yang tadi pulang bersama Dodi, dan Leo, itu siapa? Dodi merinding. Siapa, ya?


0 komentar:
Post a Comment