LINTING ROKOK
Erwin main ke rumah Toha, ya duduk di teras depan. Toha melinting rokoknya dengan baik.
"Erwin rokok," kata Toha.
"Maaf Toha, aku tidak merokok," kata Erwin.
Toha pun menghidupkan rokoknya dan asik mengisap rokok lintingnya.
"Toha...apa kamu tidak niat berhenti merokok?" tanya Erwin.
"Berhenti rokok ada sih. Maka itu aku...cuma sekedar merokok saja. Paling satu hari satu batang aja," kata Toha.
"Ada niat berhenti. Oh, ya Toha pernah merasakan linting rokok ganja?" kata Erwin.
"Aku sih jujur aja ya. Pernah linting rokok ganja, malahan semua rokok di cobain....ingin tahu rasanya. Cuma gitu-gitu aja sih. Ketika linting rokok yang aku isap ini di anggurin...rasanya ia memanggil aku untuk melinting lagi dan mengisapnya. Linting rokok ganja ya aku lupakan apalagi rokok yang lainnya. Oh iya linting rokok ganja itu termasuk barang-barang terlarang jadi males berurusan dengan polisi," kata Toha yang terus terang.
"Padahal rokok itu mempengaruhi kerja pernapasan bagi mengisap dan juga tidak mengisap. Abu rokok pun jadi debu di tiup angin, kalau masuk ke saluran pernapasan yang bawa udara jadinya bersin-bersin. Corona lag Corona lagi," kata Erwin yang gak abis pikir dengan keadaan.
"Corona, ya juga sih. Jadi aku yang merokok minta maaf deh," kata Toha.
"Iya deh aku maafkan Toha karena kamu kan belum bisa berhenti ngerokok. Oh ya Toha. Apa benar pernyataan cewek bahwa merokok itu jantan?" kata Erwin.
"Kalau di bilang jantan atau engak sih bukan merokok yang jadi acuannya. Cuma cewek membelain pasangannya yang merokok. Iyem, pacarku...malah tidak suka dengan aku merokok, ya di suruh berhenti. Tetap saja butuh waktu untuk berhenti. Padahal yang jelek di mata aku seorang perokok adalah...ya cewek perokoklah. Kebanyakan cewek perokok juga...itu semua gara-gara lingkungan pergaulan. Pergaulan itu lebih banyak jebakan demi jebakan untuk orang jatuh pada jebakan, seperti aku ini...jadinya perokok lah. Tapi kamu hebat Erwin bisa kuat menghadapi ujian pergaulan, ya tidak jadi perokok...walau di tawarin rokok gratis," kata Toha terus terang banget.
"Aku bukannya kuat. Tapi aku lebih sayang pada diri ku...yang tidak ingin merusak diri dan juga orang lain. Maaf Toha kalau sedikit menginggung kamu 'Perokok'," kata Erwin.
"Di bawa asik aja Erwin, ngobrol aja. Aku bukan tipe orang yang tersinggung," kata Toha
Erwin dan Toha, tetap asik ngobrol sampai waktunya Erwin ada keperluan jadi pamit sama Toha. Erwin meninggalkan rumah Toha dengan naik motornya menuju ke rumah Amanda. Toha menutup pintu depan.
"Aku ingin berhenti merokok. Bener omongan Erwin, sayang pada diri sendiri dan orang lain. Aku ini orang yang buruk, Egois ternyata," celoteh Toha.
Toha pun yang sadar dengan keadaannya, jadi berusaha meninggalkan kebiasaannya merokok.
***
Erwin pun sampai di rumah Amanda, ternyata Amanda ingin pergi ke rumah temannya, Lia. Erwin menawarkan diri jadi tukang ojek pribadi untuk Amanda. Ya Amanda pun menerima tawaran Erwin yang di anter ke rumah Lia, pake motor. Singkat waktu sampai di rumah Lia. Amanda berterima kasih pada Erwin karena telah di anter ketempatnya Lia. Erwin pun memutuskan untuk main ke rumah Angga yang tidak jauh dari situ.
Lia sih melihat Amanda di anter cowok.
"Amanda, yang nganter kamu ke sini...cowok mu?" tanya Lia.
"Abang Erwin teman aja. Emang sih dekat banget. Abang Erwin inginnya aku jadi kekasihnya, tapi aku tidak ingin tuh," kata Amanda yang jujur.
"Jangan-jangan karena Abang Bily?!" kata Lia
"Abang Bily. Bisa Iya bisa juga tidak," kata Amanda yang penuh tanda tanya.
"Masih pendekatan juga ya, berarti sama dong dengan yang nganter kamu ke sini. Enak dong di sukai dua lelaki yang merebutkan cinta kepastian dari kamu Amanda. Jarang sekarang jalan cerita seperti ini, lebih banyak sekarang cewek yang mengejar cinta cowok demi alasan umur dan status sosial," kata Lia yang menganalisa keadaan.
"Sudahlah ngobrolin cowok, tidak ada habisnya. Ayo masuk!" kata Amanda.
"Aku yang punya rumah, harusnya aku yang ajak kamu masuk rumah. Sudahlah tidak apa-apa, ayo masuk?!" kata Lia.
Lia dan Amanda, ya masuk rumah dan menutup pintu depan untuk ngobrol di dalam rumah dengan asik, ya urusan ceweklah.
***
Erwin sampai di rumah Angga, asik ngobrol tentang keadaan lingkungan pergaulan sekitar dan juga yang paling penting pekerjaan karena prinsip Erwin untuk membuka pintu rezeki yang paling baik adalah berhubungan baik dengan teman-teman.


0 komentar:
Post a Comment