SAKURA HARUMI
Ada siswi baru yang pendiam di kelasku ini. Dia bernama Sakura Harumi. Sifat
dingin, cuek dan misterius, tapi dia cantik, cerdas dan juga kaya. Anehnya dia
bisa meramal! Rambutnya panjang, bulu matanya sih lentik dan memberikan kesan
misterius yang menakutkan.
Suatu hari saat ada tugas kelompok, ibuku akan pergi menginap 3 hari karena ada
acara berkabung jadi aku harus menginap di rumah salah satu temanku. Bella
tidak bisa karena ada acara di rumahya dan semua kamar full. Miko rumahnya
direnovasi. Ryo adalah kesempatan terakhir, tapi tantenya datang dan kamar tamu
dipakai tantenya! Tinggal Sakura… Oh my god..!
Aku berdiri menatap rumah besar yang berukuran 2 kali lipat dari mansion.
Halaman belakang ada kolam renang, pohon buah dan lainnya. Halaman depannya
sangat luas ada pohon beringin besar di ujung kiri depan sedikit ke trotoar
yang memberikan kesan horor dan ada meja piknik putih yang terbuat dari Birch
Wood. Pagar ungu kehitamannya seram sekali! Catnya memberi kesan sangat horor
sayang itu adalah rumah tua, tapi sangat terawat. Aku memencet belnya dan
keluarlah… seseorang bernama… Sakura…
Aku dipersilahkan masuk dengan dingin tanpa ekspresi.
“Wow!”. aku terkagum melihat isinya. Furniturenya adalah barang antik dan
mahal, banyak ruangannya, ruang utama sekaligus ruang tamu ini sangat luas dan
mewah! Aku melihat pintu putih metalik dari kayu Acachia di ujung ruang utama
ini. Belum sempat aku memegang gagangnya Sakura langsung melarangku.
“Kau boleh ke ruangan mana pun yang kau mau kecuali ruangan itu..!”.
“Kenapa?”. tanyaku takut.
“Karena kau akan mati..!”. jawabnya kejam.
Aku sampai di kamar Sakura. Kamarnya luas sekali, banyak furniture tahun 70an
dan barang modern yang sangat mahal.
“Seharusnya Viona yang harus melihat ini semua pertama kali…”. ucap Sakura
tiba-tiba. Siapa Viona? Teman dari sekolah lamanya? Sudahlah.
Aku kemudian meletakkan koper konyolku dan mengerjakan tugas kelompok bersama.
Aku merinding, ada yang menyapaku, tapi tidak ada wujudnya. Tiba-tiba gadis
berambut panjang seperti Sakura dengan ujung rambut sedikit bergelobang, dress
pink dengan celana ungu melar, berbandana ungu polos dan bertas selempang ungu
bertulisan “Toraja” membuatku pingsan.
“Valeria, seharusnya kau jangan mengagetkan tamu kita”. Sakura menasehati gadis
11 tahun bernama Valeria itu.
“Maaf, peace!”. Dia meminta maaf dengan membentuk lambang peace 2 jarinya.
“Dia adikmu?”. Aku bertanya setelah terbangun dari pingsan.
“Iya, namanya Valeria Haruno…”. Jawab Sakura.
“Salam kenal!”. Valeria memberi salam khas Jepang.
Kedua kakak beradik ini kembar tak identik! Sakura pendiam, Valeria ceria,
Sakura tampak cuek Valeria sangat pedulian dan Valeria sedikit cerewet, Sakura
sangat misterius. Ya, meskipun kembar, tapi tak identik.
“Aku pergi lagi, ya!”. Valeria beranjak memasuki ruangan yang dilarang untukku.
Apa isinya? Siapa sebenarnya Sakura yang misterius ini? Ada apa dengannya?
Semua pertanyaan itu harus ada jawabannya!
Malam hari sesudah aku mengerjakan tugas kelompok, aku tak bisa tidur. Kalau
malam kamarnya sangat menakutkan. Boneka yang dimiliki Sakura seperti hidup!
Seram..! Ini mungkin tidak sopan, tapi aku hanya ingin jawaban dari
pertanyaanku, ya aku mengutak-atik laci meja belajar Sakura… aku bukan
penjahat! Aku hanya ingin tau, tapi kalau aku bertanya nanti aku dibilang kepo
dan menyinggungnya.
Tiba-tiba aku mendapat buku harian Sakura! Banyak hal aneh yang ditulisnya.
Mulai dari tanggalnya. Hingga akhirnya aku menemukan sesuatu yang menarik:
2002-02-12
Aku hampir melenyapkannya, ayahku. Dia bilang aku “penyihir”, tapi bukan karena
itu. Aku bantingkan berkali-kali di usia 6 tahun. Aku terbangkan perabotan,
tapi ibu menghentikanku untuk melenyapkannya. Ayahku kabur dan menikah dengan
perempuan menjengkelkan itu, akhirnya dia ditabrak mobil nan mati.
2003-06-13
Semua tetanggaku mengetahui kekuatan anehku dan mereka menangkapku. Mereka
ingin mengurungku seperti orang gila, ibuku dibuatnya pingsan sambil
menggendong Valeria. Mereka bilang “penyihir” berkali-kali. Aku marah dan mereka
terlontar. Semua warga menghadangku, ku terbangkan mereka dan membantingnya.
Aku lari bersama ibuku dari kampung itu ke kota.
2006-07-18
Bertahun-tahun sudah usiaku 10 tahun. Ibuku sukses besar dan menjadi kaya raya.
Warga kampungku itu sadar atas perbuatanaya terhadapku. Aku sebenarnya orang
yang sedikit “religius” kata ibu. Valeria yang berusia 2 tahun menunjukkan hal
yang sama sepertiku.
2006-08-29
Dia punya indra ke-6. Aku juga, tapi lebih dari itu yang kami miliki. Mungkin
aku dan Valeria bukan manusia melainkan hantu, tapi kami tetap manusia.
“Kau sudah baca semuanya”. ucap Sakura mengaggetkanku.
“Maaf… aku… aku…”. aku takut dia akan marah.
“Ayahku ingin menikah dengan seorang perempuan yang sangat menjengkelkan. Itu
sebabnya…”. ucapnya tertunduk.
“Maaf”. aku meminta maaf.
“Ibumu sudah pulang, pulanglah..!”. ucapnya tiba-tiba.
“Tapi, dia akan datang setelah 3 hari”. ucapku tak percaya.
“Dia sudah pulang, dia mencarimu sekarang, pulanglah..!”. Sakura mulai
meninggikan suaranya, aku takut dan segera mengambil koper.
Aku keluar dari kamarnya dan…
AAARRRGGGHHH!!!
Banyak sekali hantu, ada suster ngesot juga!
Aku berlari hingga ke luar rumah besar itu, saat membuka pintu ke luar…
AAARGHHH!!!
Ada zombie alias mayat hidup! Aku pingsan, samar-samar genderuwo mengangkatku
dan aku hanya pasrah.
—
“Vio! Vio! Vio..!”. aku terbangun melihat ibu membangunkanku.
“Kau sekolah!”.
“Aduh, dimana ini?”. tanyaku.
“Di kamarmu,’lah! Ayo cepat mandi”. jawab ibu.
“Aku kan menginap di rumah teman, kenapa ibu sudah pulang? Bukannya 3 hari?”.
tanyaku terus.
“Tidak, kau ada disini. Tidak menginap, saat ibu mencarimu ternyata kau di
kamarmu”. jawab ibu. “Sudah cepat mandi!”. aku akhirnya mandi dan sarapan lalu
ke sekolah.
Tapi, Sakura tidak ada di sana.
“Eh, Sakura mana?”. tanyaku pada Bella.
“Siapa itu? Tidak ada siswa-siswi dengan nama itu!”. Bella bertanya kembali.
“Kemarin ada siswi baru kan?!”. aku tidak percaya baru saja kemarin ada siswi
baru.
“Kemarin? Tidak ada! Memangnya kenapa?”. ucap Bella.
“Aku meneleponmu saat di rumah Sakura, aku bilang begitu juga, kau sudah
lupa?”. aku meyakinkan.
“Kau bilang ada di rumahmu saja tidak menginap”. Bella kemudian duduk santai.
Terus yang kemarin itu?
– The End – Maybee…
Apa isi ruangan yang dilarang untuk Vio itu?
– The End – Realy!


0 komentar:
Post a Comment