30 AGUSTUSKU

Posted By Cerpen universal on Monday, April 19, 2021 | April 19, 2021

30 AGUSTUSKU

“tut.. tut…” ponselku berdering tepat pukul 00:00 WIB. ternyata batrenya habis. astaghfirulloh. ternyata aku ketiduran malam ini. bagaimana bisa? aku langsung berlari menuju tempat chargerku kemudian mengaktifkan kembali ponselku. kudapati 2 pesan whatsapp. ya dari dia. Mantan komitmenku yang sekarang berada di Madura untuk melanjutkan pendidikan di sebuah universitas Trunojoyo Madura. Ternyata balasan singkat darinya, anehnya kenapa ketika aku ketiduran dia tak bangunkan aku? biasanya dia meneleponku atau sekedar mengirim sms. aku mengetikkan sedikit kata maaf dan menunggu balasan darinya.

15 menit berlalu. Tapi Mas iyan tak kunjung membalas. Oktaviyano itulah namanya. Meskipun kami sudah putus komitmen tapi aku selalu mengusahakan untuk bisa kembali kepadanya. 4 kali aku mencoba mengajaknya balikan tapi hasilnya nihil. tanggal 8 Agustus malam sempat kami balikan atas kemauannya. Tapi dia menyatakan bahwa dia sempat mencintai orang lain. Sekarang adalah tanggal 13 Agustus malam jika komitmen kami berlanjut mungkin sudah 7 bulan tepat kami berkomitmen. Tapi semua itu salahku. Egoisku tak sebanding dengan kesabarannya. Hingga saat dia benar-benar pergi di situlah aku baru mengubah sikapku.

Aku mengirim sebaris kalimat untuknya. “Aku harap selama aku ketiduran tadi kamu gak chat cewek lain dengan perasaan cinta kamu sama dia mas.” itulah isi chatku. karena dia belum balas chatku aku kembali mengirim pesan yang isinya “kamu masih ingat dengan kata ini *semenjak aku mengenalmu aku tak lagi tertarik dengan orang lain* tahukah kamu? aku merasakannya. benar-benar merasakannya saat ini.” Beberapa menit kemudian dia membalas chatku. Dia meminta maaf kepadaku karena ternyata dia kembali chatting dengan perempuan yang sempat ia cintai dulu seusai putus denganku.

Hatiku hancur. Aku membalas chat sekadarnya saja. kemudian aku menangis semampu mata ini terbuka. Aku berlari menuju tempat wudhu dan bersujud di hadapan Sang Maha Cinta. Aku mengatakan segalanya. Aku menceritakan segalanya kepada Allah. Dulu kami bertemu tanpa sengaja. Hingga kemudian saling timbul rasa. Rasa yang tumbuh begitu lama. Aku trauma tapi tetap saja ia memaksa dan dia berjanji kepadaku “aku janji Sekar. aku gak akan kayak mantan komitmenmu si Ahmad itu” itulah isi janjimu mas Iyan.

2 hari berlalu tapi badanku masih panas. Mungkin kecapekan abis kegiatan agustusan di kecamatan sebelah. Aku sekolah di kecamatan orang. Jadi aku agustusan pun di kecamatan orang. Ibuku pun membawakanku seperangkat obat-obat herbal. Aku tak tahan melihat kedua orangtuaku menangisiku lagi karena berbagai macam penyakitku yang kini kambuh. Ibu akhirnya mengerti kenapa penyakitku kambuh. Ya, karena patah hati tentunya.

Apakah aku sebodoh ini Tuhan? aku sudah berjanji tidak menghubunginya lagi tapi apa? aku masih saja mengetikkan kata-kata perhatianku padanya. hatiku sejuk tiap kali dia membalas chatku. hingga akhirnya suatu hari dia cuek padaku. sejak saat itu aku tak lagi menghubunginya. hingga kini tepat tanggal 20 Agustus. aku menemukan cinta baru. Bukan cinta sungguhan. Hanya sekedar kagum kepada seorang anak Paskib bernama Ady. aku menyukainya hanya agar aku tak membenci anak paskib yang salah satunya adalah sosok perempuan. sahabatku yang berhasil membuat Mas Iyan jatuh cinta padanya dan terus berjuang memberi perhatian hingga hati Mas Iyan berhasil berpaling dariku. Tapi kenapa harus dengan sahabatku? ah dia bukan wanita baik.

Maafkan aku Mas Iyan kini aku mencintai lelaki lain. tanggal 21 Agustus malam aku berhasil mendapat nomor Mas Ady dari temanku yang sejurusan dengannya. Aku menghubunginya dengan memberi sedikit tautan islami. Dia membalas chatku. Dan ketika dia tau aku adalah perempuan dan berasal dari anak IPS dia tak lagi membalas chatku. Dari situlah aku berhenti berharap.

Dan sekarang adalah tanggal 30 Agustus. Ternyata ada kejutan dari Allah untukku. Aku kecelakaan dan di bawa ke Rumah Sakit terdekat sekitar SMA ku. Lagi-lagi Agustusku hancur. Mataku minus 3 bagian kanan dan 2 bagian kiri. Dan aku kehilangan sebagian ingatanku. 30 Agustusku yang paling berkesan di umur ke-17 ku. Terimakasih Tuhan telah memberiku kesempatan untuk mengawali segalanya lagi. Bismillah. Allahuakhbar.

Blog, Updated at: April 19, 2021

0 komentar:

Post a Comment