PERMAINAN CINTA
Bell pun berbunyi tanda pulang sekolah. Setelah membereskan buku dan alat tulisnya ke dalam tas. Segera Pupu beranjak dari tempat duduknya meninggalkan ruang kelas.
“Hai Pupu hari ada kegiatan gak, kalau gak ada kegiatan mah main basket yu,” ajakan Bumbum.
“Sebenarnya sih gak ada kerjaan. Cuma..............................,” kata Pupu sambil berpikir panjang.
“Cuma........apa pu?. Jangan banyak di pikirkan Pu pasti masalah yang samakan,”ujar Bumbum.
“Memang ia, ya udahlah bener kata kamu Bum, gak usah di pikirin nanti jadi penyakit. Ya udah kita main basket. Kapan dan dimana ?” ujar Pupu.
“Ok, kalau begitu hari ini di sekolahnya. Itu penantangnya?" kata Bumbum.
“Waduh..... kenapa Nia ikutan,” kata Pupu.
“Maaf Pupu gw minta tolong loe untuk ngalahain tim Nia. Abisnya gw kalah taruhan Pupu,” sahut Bumbum.
“Ya bener Bum.......?” tanya Pupu.
“Ya nggaklah Pupu, mereka anak basket, jadi Nia salah perhitungan dalam taruhan jadi kalah. Untuk membayar hutang sih di suruh cari lawan tanding. Jadi gw setujuin untuk membantu Nia,” penjelasan Bumbum.
“Sial banget...... ya udah panggil anak-anak yang lain!” perintah Pupu.
“Udah siap Pu. Itu di lapangan sama Nia,” sahut Bumbum.
“Tolong........ya plesssssssss.....,” ujar Nia.
“Haaaaaaaa.....,” terkejutlah Pupu dengan tingkah Nia.
Pupu dan timnya segera bersiap-siap melawan tim basket di ketuai Agus. Demi seorang teman Pupu berjuang untuk mengalahkan tim basket sekolah. Di lapangan sekolah bertanding lah antara 2 tim dengan semangat yang membara. Mengeluarkan teknik masing-masing. Berkali-kali tim Pupu kecolongan oleh Tim Agus. Desakan kalah angka membuat tim Pupu patah semangat. Pupu menyembunyikan kemampuan genetik x yang dapat meningkatkan kemampuan kekuatan dan kecepatan. Demi kemenangan dalam pertandingan basket, ya Pupu menggunakan kemampuan dalam dirinya. Selah Pupu mendapat bola basket dari operan Bumbum. Sontak Pupu bergerak dengan cepat. Tak satu pun bisa menghalangi Pupu. Sampai melompat dengan tinggi melakukan slam dunk.
“Haaaaaa.......,” terkejut semuanya.
Pupu mendarat dengan aman. Bola basket masuk ke ring dengan sempurna.
“Masuk.............,” sorak-sorai Nia dan tim Pupu.
“Bagus Pu.....,” ujar Bumbum.
“Ya,” jawab Pupu.
Terlihat Nia tersenyum bersama geng centilnya. Yang di pikirkan Pupu ada sedikit perubahan dalam dirinya. Tetap saja Pupu ingat nasehat temannya, kemudian fokus pertandingan. Tim Agus kecolongan angka memanas. Desakan mereka memang mematikan. Membelokir langkah tim Pupu. Dengan Leluasa Agus memasukan bola basket dengan sempurna. Tim Pupu kembali suram lagi karena kecolongan angka. Nia dan gengnya terlihat cembetut lagi. Dalam dilema ini Pupu ingin mengerahkan seluruh kemampuanya. Jantung berdetak cepat sekali mulai pertandingan lagi. Bola kembali ke tangan Pupu dari operan teman-teman dan dengan lincah dan berhasil masuk.
“Yes,” kata Pupu.
Semua temannya Pupu seneng karena berhasilannya. Sadar Pupu jauh di dalam dirinya.
“Dengan aku bisa mengerti kekuatan itu benar,” celoteh Pupu.
Dengan konsentrasi Pupu mulai lagi bertanding. Berkali-kali mengunakan kemampuan itu sampai berakhir pertandingan dengan kemenangan Timnya Pupu. Tapi jauh di dalam diri Pupu sadar mengerti satu titik jenuh dalam pertandingan.
“Ini kemenangan kejujuran atau kah kebohongan. Aku menggunakan kemampuan genetik x di dalam diri ku,” rahasia benak Pupu.
“Woy Pupu....jangan banyak ngelamun,” sahut Bumbum dan kawan-kawan.
“Ya,” kata Pupu.
“Kita menang Pu. Jadi Nia hari ini teraktir kita semua makan,” ujar Bumbum.
“Haaaaaa.....,” terkejut Pupu.
“Sampai terkejut gitu Pu?” tanya Bumbum.
“Enggak.....,gw takut aja di jampe-jampe Nia,” ujar Pupu.
“Pu......,gw dan teman-teman sekelas udah tahu kalau kalian berdua saling suka. Ya Cuma aja kami semua sih agapnya sama seperti biasa aja karena permintaan Nia,” ujar Bumbum.
“Maksudnya loe Bum......,?” tanya Pupu.
“Sebenar Pu ini semua sekenario Nia untuk membuktikan bahwa loe orang peduli sama Nia,” kata Bumbum.
“Jadi.....???” kata Pupu dengan bingung.
“Jangan belaga bego Pu. Mana ada cowok yang bertahan dalam ujian di tolak berkali. Yang gila cuma loe Pu,” ujar Bumbum
“Sial...............................................Nia............................................,” teriak Pupu memanggil Nia.
“Pupu marah,” terkejut Nia.
Dengan segera Nia dan gengnya kabur dengan mengambil barangnya meningalkan lapangan sekolah. Sebenarnya Pupu ingin mengejarnya tetapi berpikir panjang. Kemudian mengambil hp-nya di tas. Kemudian Pupu sms Nia.
“Gw cinta mati sama loe,” isi Sms Pupu.
Selang beberapa saat Sms di terima Nia, lalu segera mungkin membalasnya..
“Masa.........bodok....dengan cinta loe,” isi Sms Nia.
Menunggu dengan sabar balasan dari Nia. Ternyata jawaban Nia tetap sama. Pupu senang sekali karena Nia mempermainkannya.


0 komentar:
Post a Comment