O THEOS ECHEI MIA ISTORIA (TUHAN PUNYA CERITA)
Mungkin sebagian dari kalian tidak
pernah tahu apa yang di alami manusia jika bertemu dengan salah satu tuhan…
mungkin Dewa Yunani…
Jika menangis dan ditanya “Proséxte ótan
perpatáte (hati-hati jika berjalan)” jika kamu ditanya seperti itu… yang kamu
lakukan pasti menangis
… karena kamu masih berumur 2 tahun…
Karena menangis pasti dia bertanya “Eh …
fónaxe (eh… kok nangis)?” tanyanya, jika kamu menjawab “Fovámai (aku takut)” pasti
dia akan berkata “Thélete na érthete mazí mou (mau ikut denganku)?” pasti kamu
hanya diam dan terpaksa ikut karena takut…
Dan ini terjadi padaku sungguh…
1485 tahun kemudian…
“Eros… sudah berapa kali kubilang jangan
buat To louloúdi mou eínai lypiró (bungaku sedih)” kataku geram, “Perse… kamu
tau… kenapa bunga sedih jika diperlakukan seperti itu…?” tanya Eros tiba-tiba
bibirku tadi yang tersenyum-marah berubah jadi dingin.
“Akan kuceritakan satu hal yang harus
kau ingat Eros…” aku melangkahi Eros, pria sebayaku…
“Bunga itu punya perasaan… dia punya
waktu untuk hidup… seperti halnya kita… bunga selalu menerima nasibnya yang
kurang bagus… walau dia bisa hidup lagi dengan bantuan cintanya… bunga sangat
senang jika kamu mematahkan hatinya dengan cara kamu menghargainya tapi dia
akan sedih jika kamu mematahkannya tapi tidak menghormatimu…” ceritaku sambil
memegang sekuncup bunga mawar yang masih kuncup…
“Jangan sesekali kamu seperti itu
padanya… semoga kamu baik-baik saja…” papasku…
“Apa maksudnya… aku tak mengerti
Persephone…” ucap Eros, “Kelak kamu akan mengetahuinya… seperti rasanya kamu
menjadi bunga…” kataku pergi dari taman, Eros sungguh bingung apa yang aku
bicarakan.
Aku menatap jendela, “seperti halnya aku
yang selalu sendiri… membutuhkan pelukan hangat… penantianku sangat besar…
Hades…” gumamku.
Hades… aku tahu kamu menghargaiku… tapi
sekarang… apakah kamu menghargaiku seperti dulu atau seperti bunga yang tidak
dihargai… aku masih berfikir… aku tahu Hades sibum dialamnya tapi… bisakah dia
menghargaiku sedikit… aku butuh cintanya… hanya sedikit saja… aku butuh…
cintamu… Hades…
Manusia atau Tuhan itu sama saja… mereka
punya hidup masing-masing bahkan ada yang selalu gembira, jujur, sedih, dan
marah… aku sebagai Tuhan (Dewi) juga punya cerita… apakah hanya manusia saja…
yang boleh punya cerita Tuhan juga…
Ceritaku itu cerita tak terduga… cerita
yang benar-benar sedih dan tidak bahagia… penantian selama 145 tahun itu selalu
berarti bagiku… kapan kau akan pulang… aku sedih jika kamu seperti ini Hades…
“Méchri pou … prépei na periméno (sampai kapan… aku harus menunggu) Hades…”


0 komentar:
Post a Comment