DEJAVU OF ASTRAL PROJECTION

Posted By Cerpen universal on Sunday, June 13, 2021 | June 13, 2021

DEJAVU OF ASTRAL PROJECTION

Aku melangkah lagi di antara hiruk pikuk keramaian. Dapat ku saksikan banyak penjaja makanan di tempat ini. Banyak orang dari berbagai kalangan usia. Dari anak-anak hingga dewasa. Ya aku berada di pinggir jalan dekat pasar saat ini. Tempat para penjual dan pembeli bertemu. Aku berkeliling saja di tempat ini, sampai suatu ketika pandanganku tertuju pada makanan yang aku suka. Yah, nama makanan itu adalah chilor (achi telor) kekenyalannya yang aku suka.

Konsentrasiku terbuyar ketika aku melihat dari arah berlawanan terdapat mobil angkutan yang ugal-ugalan. Supir itu menyetir dengan tidak karuan. Mobil itu mendekatiku kini. Dan.. “ahhh…” aku menutup mataku. Tapi aku tak merasakan sentuhan apa pun. Rasa sakit pun tidak ada. Aku melihat tubuhku, masih utuh. Lalu siapa yang ditabrak angkutan tersebut. Harusnya bila aku tertabrak, orang-orang pasti sudah meneriakiku. Apa yang terjadi sebenarnya?

Aku tak mempedulikannya, aku terus melangkah masuk ke dalam pasar. Tapi apa, keadaan yang begitu sangat berbeda dengan di luar sana. Tiba-tiba suasana menjadi berubah. Aku melihat di sekelilingku, menjadi gelap gulita. Tak ada satu pun orang di sini. Aku merasa pernah menghampiri tempat ini. Tapi kapan, dengan siapa? Dan untuk apa aku datang ke tempat ini. Pasar yang begitu mencekam. Pasar hancur seperti pernah mengalami pembantaian. Aku harus mencari jalan ke luar, tempat ini tak aman untukku. Aku berlari ke arah selatan dari pasar ini. Mencari jalan ke luar.
 
Dan, tempat apa ini. Banyak sekali jasad manusia tergantung di sini. Lebih dari seratus jasad. Ya Tuhan, di mana aku. Aku berlari ke arah timur, dan sama saja. Banyak darah dan organ tubuh berserakan. Aku yakin ini tempat pembantaian. Dan sampai kapan aku berada di pasar mengerikan ini. Aku yakin aku tak akan pernah ke luar, dan aku yakin tempat ini tak ada jalan ke luar. Rohku tak akan selamat. Aku akan mati di sini. Terkurung bersama jasad-jasad ini.

Blog, Updated at: June 13, 2021

0 komentar:

Post a Comment